Pernah merasa bahwa rutin minum susu tinggi kalsium sudah pasti menjadi jaminan bebas pengeroposan tulang? Faktanya, urusan tulang tidak sesederhana itu, khususnya bagi para perempuan.
Osteoporosis sering dijuluki sebagai “pencuri diam-diam” di dunia medis. Mengetahui risiko osteoporosis pada perempuan sangatlah krusial, karena sering kali kondisi ini tidak disadari sampai tiba-tiba terjadi cedera atau patah tulang yang merenggut kebebasan gerak di usia emas.
Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang kehilangan kepadatan dan kualitasnya, membuat strukturnya menjadi rapuh bagaikan spons kering. Lalu, mengapa perempuan lebih rentan mengalaminya dibandingkan laki-laki?
Jawabannya ada pada hormon. Menurut pedoman dari International Osteoporosis Foundation (IOF) dan World Health Organization (WHO), penurunan drastis hormon estrogen saat perempuan memasuki fase menopause adalah pemicu utamanya. Hormon estrogen ini ibarat perisai pelindung yang bertugas menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Ketika perempuan memasuki masa menopause, “perisai” ini perlahan menghilang. Akibatnya, proses pengeroposan tulang terjadi jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan tubuh untuk membentuk sel tulang yang baru. Ditambah lagi, secara genetik, wanita memang memiliki postur dan massa tulang bawaan yang lebih kecil.
Biasanya, pengeroposan ini tidak menimbulkan keluhan di awal. Namun, Anda perlu sangat waspada jika mulai merasakan nyeri punggung bawah yang tak kunjung hilang, tinggi badan yang rasanya menyusut, atau postur tubuh yang perlahan membungkuk. Risiko juga dipengaruhi usia, massa tulang puncak, riwayat keluarga, berat badan rendah, asupan kalsium/vitamin D, aktivitas fisik, merokok, dan obat tertentu.
Untuk mencegahnya, asupan kalsium dari makanan memang penting, namun ia butuh “teman baik” yaitu Vitamin D agar penyerapannya di dalam tubuh optimal. Selain itu, sangat disarankan melakukan aktivitas fisik yang menahan beban (weight-bearing exercise) seperti jalan cepat, senam, atau yoga secara rutin untuk merangsang kekuatan struktur tulang.
Jangan menunggu sampai tulang telanjur cedera hanya karena aktivitas ringan sehari-hari. Jika Anda adalah seorang perempuan berusia di atas 50 tahun, sudah memasuki masa menopause, sering merasa pegal pada area tulang dan sendi, atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa, inilah momen yang tepat untuk berdiskusi dengan ahlinya. Sayangi masa depan Anda dengan tulang yang kuat. Segera jadwalkan konsultasi dengan tim dokter spesialis ortopedi Columbia Asia Hospital.
Telah ditinjau oleh: dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT.Subsp.P.L(K)