Para ibu baru tentu sedang sibuk-sibuknya merawat si kecil. Di tengah kebahagiaan tersebut, jangan sampai Ibu lupa memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Salah satu keluhan yang paling sering muncul tapi sering dianggap “nanti juga hilang sendiri” adalah nyeri punggung bawah. Padahal, masalah kesehatan ini sangat penting untuk diperhatikan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kualitas hidup serta momen berharga bersama buah hati.
Nyeri punggung bawah pasca melahirkan (postpartum back pain) adalah rasa sakit, kaku, atau pegal di area sekitar pinggang hingga panggul yang muncul setelah proses persalinan. Mengapa ini terjadi? Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), selama kehamilan tubuh melepaskan hormon relaxin. Hormon ini bertugas melonggarkan sendi dan ligamen panggul untuk jalan lahir. Efek hormon ini bisa bertahan hingga beberapa bulan pasca persalinan, membuat sendi menjadi kurang stabil.
Ditambah lagi, tekanan fisik saat mengejan, perubahan titik berat tubuh, serta postur yang salah saat menyusui atau menggendong bayi, membuat otot punggung bekerja ekstra keras. Gejala yang perlu diwaspadai bukan hanya pegal biasa, tetapi nyeri tajam yang menusuk, rasa sakit yang menjalar hingga ke area paha atau betis, serta kesulitan saat mengubah posisi dari duduk ke berdiri.
Ada langkah sederhana yang bisa Ibu lakukan di rumah. Pertama, perhatikan postur saat menyusui. Selalu gunakan bantal penyangga agar punggung tidak membungkuk menahan beban bayi. Kedua, aplikasikan kompres hangat pada area yang sakit selama 15-20 menit untuk merelaksasi otot yang tegang. Ketiga, hindari mengangkat benda yang lebih berat dari bayi, dan tekuk lutut (bukan punggung) saat mengambil barang dari lantai.
Meski umum terjadi, nyeri punggung bawah tidak boleh dibiarkan. Jika rasa sakit menetap lebih dari beberapa minggu, semakin memburuk, atau disertai gejala seperti kebas di area kaki, demam, hingga gangguan mengontrol buang air kecil atau besar, Ibu membutuhkan penanganan medis segera. Gejala tersebut bisa mengindikasikan adanya saraf yang terjepit atau masalah struktural lainnya.
Jangan biarkan nyeri punggung merenggut kenyamanan Anda dalam merawat si kecil. Jika keluhan tak kunjung membaik, tim dokter spesialis dan fisioterapis di Columbia Asia Hospital siap membantu Anda.
Telah ditinjau oleh: dr. Heru Rahmadhany, Sp.OT(K)