Artikel

Sering Dikira Pegal Biasa, Ini Tanda Nyeri Tulang Anda Butuh Penanganan Medis!

Sering merasa ngilu atau sakit pada tulang tapi tak kunjung hilang meski sudah beristirahat? Banyak orang menganggap keluhan ini sekadar pegal linu biasa atau efek samping penuaan. Padahal, nyeri tulang yang persisten (menetap) bisa jadi tanda dari tubuh bahwa ada kondisi medis yang butuh perhatian serius. Menjaga kesehatan tulang sangatlah krusial, mengingat fungsinya sebagai penopang utama tubuh kita sehari-hari.

Penting untuk dipahami bahwa nyeri tulang sangat berbeda dengan nyeri otot. Rasanya cenderung lebih dalam, menusuk, dan anehnya, keluhan ini tetap terasa berdenyut meski Anda sedang tidak banyak bergerak atau saat sedang berbaring santai. Penyebabnya cukup beragam. Mulai dari cedera mikroskopis akibat beban berlebih, pengeroposan tulang (osteoporosis), infeksi pada jaringan tulang (osteomielitis), hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Pada kasus tertentu, nyeri tak berkesudahan ini juga bisa menjadi tanda pertumbuhan sel tidak normal, seperti tumor tulang.

Faktor risiko terjadinya keluhan ini meliputi usia, riwayat benturan keras, kekurangan vitamin D kronis, serta gaya hidup yang kurang aktif. Anda harus ekstra waspada jika nyeri yang dirasakan datang bersamaan dengan gejala lain, seperti pembengkakan di area sekitar, kulit kemerahan, demam, atau penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan awal di rumah, berikan waktu bagi tubuh untuk mengistirahatkan area yang sakit. Hindari mengangkat beban berat untuk sementara waktu. Anda juga bisa menggunakan kompres dingin selama 15 hingga 20 menit guna meredakan peradangan lokal. Selain itu, pastikan asupan kalsium Anda tercukupi dari makanan seperti ikan, sayuran hijau, atau susu, dan sempatkanlah berjemur pagi hari agar tubuh dapat memproduksi vitamin D secara optimal. Segera temui dokter spesialis jika nyeri terasa makin hebat, membuat persendian di sekitarnya sulit digerakkan, keluhan memburuk di malam hari hingga mengganggu jam tidur, atau jika tidak ada perbaikan sama sekali setelah dua minggu perawatan mandiri. Apabila keluhan tak kunjung reda, segera konsultasikan keluhan Anda dengan tim dokter spesialis ortopedi Columbia Asia Hospital.

Telah ditinjau oleh: dr. Bunarwan Prihargono, Sp. OT, Subsp. PL