Pernah mendengar rumor yang menyebutkan bahwa olahraga gila-gilaan tanpa asupan gizi yang benar bisa memicu kanker tulang? Faktanya, berdasarkan literatur medis dari World Health Organization (WHO) dan International Osteoporosis Foundation (IOF), kanker tulang (seperti osteosarkoma) dipicu oleh mutasi DNA, genetik, atau paparan radiasi masa lalu bukan semata-mata karena olahraga. Olahraga berlebihan tanpa nutrisi memicu kondisi medis lain yang dampaknya sama mengerikannya bagi tulang Anda.
Kondisi tersebut dikenal dengan istilah Relative Energy Deficiency in Sport (RED-S). Saat Anda memforsir fisik namun tubuh kekurangan “bahan bakar” (terutama kalsium dan vitamin D), sistem tubuh akan bertahan hidup dengan cara mencuri kalsium langsung dari jaringan tulang Anda.
Akibatnya, kepadatan tulang menurun drastis. Anda menjadi sangat rentan terkena osteoporosis dini dan stress fracture (retak tulang halus akibat tekanan berulang). Gejala yang sering muncul meliputi nyeri tulang dalam yang menetap meski Anda sedang beristirahat, bengkak pada area sendi, dan kelelahan ekstrem. Nyeri hebat dan dalam inilah yang sering kali disalahartikan oleh masyarakat awam sebagai gejala awal tumor atau kanker tulang.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Kuncinya ada pada keseimbangan. Pastikan diet Anda kaya akan kalsium dan vitamin D untuk regenerasi sel tulang. Selain itu, patuhi jadwal rest day (hari istirahat). Ingat, otot dan tulang Anda tidak bertambah kuat saat Anda berlatih, melainkan saat Anda beristirahat. Jika Anda merasakan nyeri tulang yang tajam, pembengkakan yang tak kunjung kempis, atau rasa sakit yang tidak hilang setelah berhari-hari istirahat, jangan tunda lagi. Itu bukan hanya pegal linu atau nyeri otot biasa, melainkan sinyal darurat dari tulang Anda yang meminta pertolongan medis. Jika Anda mengalami keluhan seputar tulang dan sendi, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis ortopedi Columbia Asia Hospital.
Telah ditinjau oleh: dr. Ferdinand Arden, Sp.OT, FICS