Artikel

Minum Susu Saja Belum Cukup! Ini Cara Efektif Mencegah Tulang Keropos

Banyak orang merasa sudah aman dan cukup menjaga kesehatan tulang hanya dengan rutin mengonsumsi susu setiap pagi. Di Indonesia, penurunan kepadatan tulang sering kali dianggap sebagai proses penuaan biasa yang wajar terjadi. Padahal, menjaga massa tulang sangat krusial agar kita tetap bisa bergerak aktif, berolahraga, dan menjalani rutinitas harian tanpa keluhan fisik saat usia terus bertambah.

Kondisi medis yang paling sering menyebabkan tulang keropos dinamakan Osteoporosis. Secara klinis, osteoporosis adalah penurunan massa dan kepadatan tulang secara drastis yang membuat tulang menjadi tipis dan sangat rapuh. Faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari kurangnya aktivitas fisik, minimnya asupan nutrisi spesifik, hingga faktor genetik. Proses pengeroposan ini sering kali terjadi tanpa menunjukkan gejala awal. Sebagian besar orang baru menyadari kondisinya saat mengalami retak tulang akibat benturan ringan, perubahan postur tubuh yang perlahan membungkuk, penurunan tinggi badan, atau timbulnya nyeri punggung bawah yang menetap.

Lalu, bagaimana langkah medis yang tepat untuk mencegah osteoporosis? Kalsium memang nutrisi utama untuk tulang, tetapi tubuh Anda sangat membutuhkan Vitamin D untuk bisa menyerap kalsium tersebut dari sistem pencernaan. Vitamin D ini bisa didapatkan secara alami melalui paparan sinar matahari pagi. Selain itu, Anda juga membutuhkan asupan Vitamin K2 yang berfungsi mengikat kalsium langsung ke dalam jaringan tulang, sehingga kalsium tersebut tidak menumpuk dan menyumbat pembuluh darah. Anda juga wajib rutin melakukan aktivitas fisik, seperti jalan kaki atau latihan beban ringan, karena gerakan fisik terbukti secara medis mampu merangsang pembentukan sel tulang baru yang lebih padat.

Kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter? Jangan menunggu sampai tulang terasa nyeri hebat atau mengalami cedera. Jika Anda sering merasakan pegal linu di area tulang belakang, memiliki riwayat keluarga dengan patah tulang pinggul, atau bagi wanita yang telah memasuki fase menopause, segeralah berkonsultasi. Penurunan drastis hormon estrogen pada masa menopause menyebabkan tulang wanita jauh lebih cepat keropos dibandingkan pria.

Kesehatan tulang adalah prioritas yang tidak bisa ditunda. Jangan biarkan osteoporosis membatasi ruang gerak harian Anda. Segera jadwalkan konsultasi klinis dengan tim dokter spesialis ortopedi Columbia Asia Hospital.

Telah ditinjau oleh: dr. Bunarwan Prihargono, Sp. OT, Subsp. PL