Merasa nyeri punggung bawah yang menjalar sampai ke kaki setelah seharian duduk menatap layar laptop? Dulu, keluhan seperti ini identik dengan usia senja. Tapi tahukah Anda, belakangan ini makin banyak pasien di usia 30-an yang datang ke ruang praktik dengan keluhan serupa. Apa yang sebenarnya terjadi? Di usia yang sedang produktif-produktifnya, gaya hidup modern kita ternyata diam-diam membebani tulang belakang.
Kondisi yang sering masyarakat sebut sebagai “saraf terjepit” ini dalam bahasa medis dikenal dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Bayangkan tulang belakang Anda memiliki bantalan kenyal seperti jeli di antara ruas-ruas tulangnya. Bantalan ini berfungsi sebagai shock absorber atau peredam kejut. HNP terjadi ketika lapisan luar bantalan ini robek, lalu bagian jelinya menonjol keluar dan menekan saraf sensitif di sekitarnya.
Kenapa usia 30-an makin rentan? Menurut panduan kesehatan dari Mayo Clinic, faktor risiko utama yang melonjak tajam saat ini adalah gaya hidup sedentary alias kurang gerak. Duduk membungkuk berjam-jam tanpa diselingi peregangan, kelebihan berat badan yang menambah beban tulang belakang, hingga kebiasaan mengangkat barang berat dengan posisi punggung melengkung adalah pemicu utamanya. Gejala yang perlu Anda waspadai bukan sekadar pegal biasa, melainkan rasa nyeri tajam seperti tersetrum, kesemutan yang menjalar ke bokong hingga betis, atau bahkan otot kaki yang mendadak terasa lemah saat digunakan berjalan.
Kabar baiknya, kondisi ini sangat bisa dicegah. Mulailah dengan disiplin memperbaiki postur duduk. Biasakan berdiri dan melakukan peregangan ringan setiap satu jam sekali. Selain itu, rutinlah berolahraga renang atau yoga untuk menguatkan otot inti (perut dan punggung), karena otot yang kuat akan menjaga posisi tulang belakang Anda tetap stabil. Saat harus mengangkat beban, gunakan kekuatan lutut dan kaki, bukan menariknya bertumpu pada punggung.
Jika nyeri punggung tidak kunjung membaik setelah istirahat beberapa hari, rasa kebas makin parah, atau mulai kesulitan menahan buang air, jangan ditunda lagi. Ini adalah tanda bahaya bahwa saraf Anda membutuhkan pertolongan medis agar tidak terjadi kerusakan permanen.
Jangan biarkan saraf terjepit menghentikan produktivitas dan hobi Anda. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala di atas, segera jadwalkan pemeriksaan dengan tim dokter spesialis kami di Columbia Asia Hospital Semarang.
Telah ditinjau oleh: dr. Aryo Budiyogo Andryanto, M.Biomed., SpOT-CF(Spine)