Bagi sebagian besar masyarakat kita, sepeda motor adalah urat nadi mobilitas sehari-hari. Menembus kemacetan lalu lintas berjam-jam sudah menjadi rutinitas. Sayangnya, banyak pengendara yang abai dengan postur tubuh saat berada di atas sadel. Kelihatannya sepele, namun kebiasaan buruk ini ibarat bom waktu yang perlahan merusak struktur kesehatan tulang belakang Anda.
Saat kita mengendarai motor dengan punggung membungkuk, menunduk, atau posisi miring sebelah, beban mekanis yang ditanggung oleh area lumbal (tulang belakang bagian bawah) meningkat secara drastis. Kondisi ini memberikan tekanan berlebih pada diskus intervertebralis yakni semacam bantalan kenyal pelindung di antara ruas tulang belakang Anda.
Jika dibiarkan berulang kali bertahun-tahun, bantalan ini bisa menonjol keluar dan menekan saraf sensitif di sekitarnya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Herniated Nucleus Pulposus (HNP), atau bahasa awamnya sering disebut “saraf terjepit”. Gejala awalnya sering kali hanya berupa rasa pegal atau kaku di area pinggang. Lama-kelamaan, Anda mungkin akan merasakan sensasi panas, kesemutan yang menjalar dari area bokong turun hingga ke betis, bahkan hingga kelemahan saat menggerakkan telapak kaki.
Menurut panduan kesehatan muskuloskeletal dari lembaga internasional kredibel seperti Mayo Clinic dan World Health Organization (WHO), mempertahankan postur statis yang buruk dalam waktu lama adalah salah satu faktor risiko utama penyebab nyeri punggung bawah kronis.
Untuk mencegahnya, mulailah memperbaiki postur Anda sejak hari ini. Usahakan duduk dengan punggung tegak alami namun tetap rileks, tidak kaku. Posisikan lutut Anda sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul. Satu tips sederhana yaitu hindari mengantongi dompet tebal di saku celana belakang saat berkendara, karena ini akan membuat panggul Anda miring sebelah. Jika Anda harus menempuh perjalanan jauh, wajib menepi setiap satu hingga dua jam untuk berdiri dan meregangkan badan.
nyeri punggung tidak kunjung membaik setelah beristirahat berhari-hari, rasa kesemutan terasa makin intens, atau ada nyeri menusuk tajam yang membuat Anda kesulitan bangun dari tempat tidur, itu adalah alarm keras dari tubuh Anda. Jangan biarkan gangguan tulang belakang menurunkan kualitas hidup Anda. Kerusakan saraf yang didiagnosis lebih awal memiliki persentase keberhasilan pemulihan yang jauh lebih optimal. Segera jadwalkan konsultasi Anda dengan tim dokter spesialis ortopedi dan saraf Columbia Asia Hospital.
Telah ditinjau oleh: dr. Aryo Budiyogo Andryanto, M.Biomed., Sp. OT-CF(Spine)