Banyak dari kita mengira tulang hanyalah kerangka kaku yang berhenti tumbuh dan mati setelah kita melewati masa remaja. Faktanya, tulang kita sangat aktif dan sibuk memperbarui dirinya setiap hari! Memahami fakta ini sangat penting, karena keseimbangan proses pembentukan inilah yang nantinya menentukan apakah postur kita tetap tegap di masa tua, atau justru rentan mengalami pengeroposan secara diam-diam.
Proses ini dikenal dengan istilah medis remodeling tulang. Bayangkan tulang Anda sebagai jalan raya yang berlubang dan terus-menerus diperbaiki. Ada sel khusus pembongkar jaringan tulang lama (disebut osteoklas), dan ada sel pembangun yang mengecor jaringan tulang baru (osteoblas). Hebatnya, dalam siklus sekitar sepuluh tahun, hampir seluruh kerangka tubuh Anda telah diganti total dengan yang baru.
Masalahnya muncul seiring kita bertambah usia, kurang nutrisi, atau malas bergerak. Sel pembongkar mulai bekerja jauh lebih cepat daripada sel pembangun. Akibatnya, kepadatan tulang menurun tajam, memicu osteoporosis atau penyakit tulang keropos. Sayangnya, kondisi ini dijuluki “pencuri sunyi”. Keluhan sering kali baru disadari ketika postur tubuh perlahan membungkuk, tinggi badan menyusut, atau tiba-tiba terjadi patah tulang hanya karena benturan sepele.
Apa yang bisa dilakukan? Kuncinya ada di kebiasaan harian Anda. Pastikan asupan Kalsium dan Vitamin D terpenuhi dengan baik setiap hari. Selain itu, rutinlah berolahraga dengan tipe menahan beban tubuh (weight-bearing exercise) seperti jalan cepat atau jogging. Tekanan mekanis dari gerakan olahraga akan memberikan sinyal pada sel tulang untuk terus memproduksi jaringan yang padat dan kuat.
Jika Anda sudah berusia di atas 50 tahun, mulai sering merasakan nyeri punggung kronis yang tak kunjung hilang, atau merasa tinggi badan menyusut, jangan tunda lagi. Ini adalah lampu kuning bahwa tulang Anda membutuhkan evaluasi medis.
Jangan biarkan pengeroposan tulang merenggut kebebasan Anda beraktivitas. Segera periksakan tulang Anda dan diskusikan langkah penanganan yang tepat bersama dokter spesialis ortopedi berpengalaman di Columbia Asia Hospital Semarang.
Telah ditinjau oleh: dr. Ivander Purvance, Sp.OT