Artikel

Mitos atau Fakta: Kebiasaan ‘Crack’ Jari Bikin Radang Sendi

Pernah melihat seseorang membunyikan ruas jarinya hingga terdengar suara “krek” yang keras? Bagi sebagian orang, kebiasaan ini memberikan rasa lega dan kepuasan tersendiri. Namun, banyak juga yang menakut-nakuti bahwa sering membunyikan jari bisa menyebabkan radang sendi di hari tua. Benarkah atau itu hanya mitos belaka?

Suara “krek” yang Anda dengar sebenarnya bukan tulang yang bergesekan atau patah. Di dalam sendi kita, terdapat cairan sinovial, semacam pelumas alami yang menjaga sendi agar bisa bergerak mulus. Di dalam cairan ini terdapat gelembung-gelembung gas. Nah, saat Anda meregangkan jari atau menekuknya dengan keras, tekanan di dalam sendi berubah, menyebabkan gelembung gas tersebut pecah dan menghasilkan bunyi “pop” yang khas.

Lalu, apakah bahaya membunyikan jari ini nyata? Berdasarkan publikasi medis dari Harvard Medical School, membunyikan buku jari tidak terbukti menyebabkan osteoarthritis (pengapuran sendi). Meski aman dari pengapuran sendi, bukan berarti kebiasaan ini seratus persen tanpa risiko. Namun, bila dilakukan terlalu kuat atau disertai nyeri, kebiasaan ini dapat menimbulkan iritasi jaringan di sekitar sendi.

Untuk mencegah cedera yang tidak diinginkan, cobalah mengurangi kebiasaan ini. Jika dorongan untuk membunyikan jari muncul karena stres atau kecemasan, Anda bisa mengalihkannya dengan meremas stress ball atau sekadar melakukan peregangan ringan dengan membuka dan menutup telapak tangan secara perlahan.

Anda harus segera memeriksakan diri jika setelah membunyikan jari muncul gejala seperti rasa nyeri yang tajam, jari membengkak, atau pergerakan jari menjadi kaku dan terbatas. Ini adalah alarm alami tubuh bahwa ada sesuatu yang terkilir atau cedera di area sendi tersebut.

Jangan sepelekan kesehatan tulang dan sendi Anda. Jika Anda mengalami keluhan nyeri sendi yang tak kunjung hilang atau ingin berkonsultasi mengenai cedera akibat kebiasaan ini, tim dokter spesialis ortopedi Columbia Asia Hospital siap membantu Anda.

Telah ditinjau oleh: dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT.Subsp.P.L(K)