Banyak dari kita rajin mengonsumsi suplemen kalsium agar terhindar dari pengeroposan tulang atau osteoporosis di hari tua. Logikanya terkesan sederhana, semakin banyak asupan kalsium, maka tulang akan semakin kuat, bukan? Sayangnya, di dunia medis, pemahaman ini adalah sebuah mitos besar. Mengonsumsi kalsium secara berlebihan tanpa anjuran justru menyimpan risiko serius bagi tubuh Anda.
Tubuh kita memang sangat membutuhkan kalsium untuk menjaga kepadatan tulang, tetapi ada batas harian yang mampu diproses oleh organ kita. Jika Anda rutin mengonsumsi suplemen kalsium dosis tinggi tanpa indikasi medis yang jelas, tubuh bisa mengalami kondisi yang disebut hiperkalsemia, yaitu penumpukan kadar kalsium dalam darah.
Bukannya masuk dan memperkuat jaringan tulang, kelebihan kalsium ini justru bisa mengendap di tempat yang salah, seperti di dinding pembuluh darah atau ginjal. Hal ini bisa memicu pembentukan batu ginjal, hingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada fungsi jantung. Selain itu, kalsium membutuhkan vitamin D agar dapat diserap dengan optimal oleh tulang. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium hanya akan menumpuk di dalam aliran darah.
Gejala awal tubuh kelebihan kalsium sering kali tersamar dan diremehkan. Beberapa keluhan yang perlu Anda waspadai meliputi rasa haus yang terus-menerus, buang air kecil lebih sering dari biasanya, mual, sembelit, nyeri perut ringan, hingga otot yang terasa lemas dan mudah kram.
Pendekatan paling aman dan efektif untuk tulang yang kuat adalah memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan sehari-hari. Susu, yoghurt, sayuran hijau gelap seperti bayam dan brokoli, serta ikan sarden adalah sumber kalsium alami yang jauh lebih ramah untuk diserap oleh tubuh. Suplemen kalsium sebaiknya hanya menjadi bantuan tambahan bukan asupan utama dan wajib digunakan jika asupan harian dari makanan benar-benar kurang.
Jika Anda terbiasa minum suplemen kalsium setiap hari dan mulai merasakan gejala seperti nyeri tajam di perut bagian bawah atau pinggang (indikasi batu ginjal), detak jantung tidak beraturan, atau sering merasa pegal linu yang tak wajar, segera hentikan penggunaan suplemen.
Urusan kesehatan tulang tidak bisa hanya menebak dosis. Kebutuhan nutrisi setiap individu sangat berbeda, dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, dan riwayat kesehatan. Yuk, jangan ambil risiko dengan kesehatan tulang Anda. Konsultasikan kebutuhan kalsium dan kesehatan tulang Anda bersama dokter spesialis kami di Columbia Asia Hospital.
Telah ditinjau oleh: dr. Heru Rahmadhany, Sp.OT(K)