Bangun tidur bukannya merasa segar, tapi justru seluruh badan terasa kaku dan nyeri? Banyak dari kita yang merasa sangat nyaman tidur dengan posisi miring atau meringkuk seperti janin. Namun, belakangan beredar kabar bahwa kebiasaan ini bisa memicu fibromyalgia, sebuah kondisi nyeri kronis.
Fibromyalgia adalah kondisi gangguan kronis yang menyebabkan rasa nyeri menyebar di otot dan tulang sekujur tubuh, disertai rasa lelah yang luar biasa dan gangguan tidur. Tidur miring secara terus-menerus tidak secara langsung memicu timbulnya fibromyalgia. Penyakit ini umumnya dipicu oleh kombinasi faktor genetik, trauma fisik, stres psikologis yang berat, atau infeksi tertentu.
Lalu, mengapa keduanya sering dikaitkan?
Tidur miring di sisi yang sama setiap malam akan memberikan kompresi atau tekanan berlebih pada titik-titik tumpu tubuh, seperti sendi bahu dan pinggul. Hal ini memicu nyeri otot lokal yang membuat Anda gelisah dan sering terbangun. Padahal, kualitas tidur yang buruk (kurangnya fase tidur dalam/ deep sleep) adalah salah satu pemicu utama munculnya dan memburuknya (flare-up) gejala fibromyalgia. Jadi, posisi tidur yang salah bukanlah akar penyakitnya, melainkan “bensin” yang memicu ketegangan otot parah dan memperburuk kondisi tubuh secara keseluruhan.
Gejala yang Perlu Anda Waspadai:
- Nyeri dan kaku yang menyebar di seluruh tubuh dan menetap lebih dari 3 bulan.
- Non-restorative sleep: Tidur sudah cukup 8 jam, tapi bangun tetap merasa kelelahan dan lemas.
- Kabut otak atau brain fog, di mana Anda merasa sangat sulit untuk fokus atau mengingat hal-hal kecil.
Jika Anda adalah “tim tidur miring”, tidak perlu panik. Anda tetap bisa tidur nyaman dengan beberapa penyesuaian:
- Selipkan bantal guling yang empuk di antara kedua lutut. Ini membantu menjaga tulang belakang, pinggul, dan panggul tetap sejajar.
- Pastikan ketebalan bantal mampu menopang ruang antara leher dan kasur, sehingga leher tidak menekuk ke bawah atau ke atas.
- Lakukan stretching ringan selama 5-10 menit sebelum tidur dan setelah bangun untuk melemaskan otot yang kaku.
Rasa pegal akibat salah posisi tidur umumnya akan hilang dalam 1-2 hari setelah Anda memperbaiki postur. Namun, jika nyeri otot dan sendi menyebar luas, tak kunjung mereda selama berminggu-minggu, hingga mulai mengganggu aktivitas, mood, dan produktivitas kerja Anda, ini adalah sinyal bahwa tubuh membutuhkan bantuan medis profesional. Jangan menunda hingga rasa sakit tidak tertahankan. Jangan biarkan nyeri kronis membatasi ruang gerak Anda setiap hari. Segera jadwalkan konsultasi dengan tim dokter spesialis saraf dan ortopedi kami di Columbia Asia Hospital Semarang.
Telah ditinjau oleh: dr. Hamidah, Sp.N.,Msi.Med