Pernahkah Anda merasakan nyeri pada tulang yang awalnya dikira hanya sekadar pegal linu biasa? Hati-hati, keluhan yang tak kunjung hilang bisa jadi sinyal peringatan dari tubuh yang tidak boleh diabaikan. Salah satu masalah serius yang gejalanya sering diremehkan adalah kanker tulang.
Secara medis, kanker yang menyerang tulang terbagi menjadi dua kelompok utama, dan keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda:
- Kanker Tulang Primer: Keganasan ini murni bermula langsung dari sel-sel pembentuk jaringan tulang itu sendiri (salah satu jenis yang paling umum disebut Osteosarkoma). Kasus ini terbilang langka dan justru lebih sering dialami oleh anak-anak, remaja, atau dewasa muda. Penyebab pasti dan faktor risikonya sering kali berkaitan dengan kelainan genetik bawaan atau riwayat paparan radiasi dosis tinggi di masa lalu.
- Kanker Tulang Sekunder (Metastasis): Ini adalah kondisi di mana sel kanker sebenarnya berasal dari organ lain (seperti kanker payudara, paru-paru, tiroid, atau prostat), yang kemudian menyebar melalui aliran darah dan “bersarang” di tulang. Kondisi ini jauh lebih sering ditemukan pada orang dewasa dibandingkan jenis primer.
Baik jenis primer maupun sekunder, ada beberapa alarm tubuh yang wajib Anda waspadai:
- Nyeri tulang yang terasa dalam, memburuk di malam hari, dan tidak mereda meski sudah dipakai beristirahat.
- Munculnya pembengkakan, kemerahan, atau benjolan pada area sekitar tulang yang terasa sakit.
- Tulang menjadi rapuh dan mudah patah (fraktur patologis) meskipun hanya karena benturan atau cedera yang sangat ringan.
Meski kanker tulang primer cukup sulit dicegah karena erat kaitannya dengan genetika, Anda bisa menekan risiko kanker sekunder dengan melakukan skrining dini pada organ tubuh lainnya. Gaya hidup aktif, menjaga berat badan ideal, dan menghindari asap rokok adalah investasi kesehatan terbaik. Sebagai penanganan awal di rumah, hindari mengurut atau memijat area tulang yang bengkak dan nyeri hebat tanpa diagnosis medis yang pasti, karena hal tersebut dapat memperburuk keadaan jaringan.
Jangan menunda jika nyeri tulang terus memburuk selama lebih dari satu atau dua minggu. Apalagi jika keluhan tersebut dibarengi dengan penurunan berat badan drastis tanpa sebab, demam, atau rasa lelah yang ekstrem. Deteksi dini akan sangat menentukan tingkat keberhasilan terapi yang diberikan.
Kesehatan tulang adalah penopang utama aktivitas harian Anda. Jika Anda atau orang terkasih mengalami gejala nyeri tulang persisten yang mencurigakan, segera jadwalkan konsultasi dengan tim dokter spesialis onkologi dan ortopedi di Columbia Asia Hospital Semarang.
Telah ditinjau oleh: dr. Ivander Purvance, Sp.OT