Artikel

Mitos atau Fakta: Kanker Tulang Hanya Menyerang Orang Tua?

Sering mendengar anggapan bahwa kanker tulang adalah “penyakit orang tua”? Faktanya, beberapa jenis kanker tulang justru lebih sering mengintai anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Mengabaikan nyeri tulang karena mengiranya hanya pegal biasa atau efek kelelahan bisa berakibat fatal.

Kanker tulang primer, yakni kanker yang asalnya memang murni dari jaringan tulang itu sendiri, sebenarnya cukup jarang terjadi. Namun, salah satu jenis yang paling umum adalah Osteosarkoma (kanker yang bermula dari sel-sel pembentuk tulang). Menurut American Cancer Society (ACS), osteosarkoma justru paling sering menyerang kelompok usia remaja dan dewasa muda, tepatnya di rentang usia 10 hingga 30 tahun. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena pada usia tersebut, tulang sedang mengalami pacu tumbuh (growth spurt) yang sangat cepat.

Gejala awalnya memang sering mengecoh. Biasanya keluhan dimulai dengan nyeri tumpul di sekitar tulang panjang, seperti pada lengan atau area sekitar lutut. Bedanya dengan pegal biasa, nyeri akibat sel kanker sering kali memburuk di malam hari atau saat beraktivitas fisik, dan anehnya tidak membaik walau sudah beristirahat. Terkadang, area yang bermasalah juga bisa membengkak atau teraba ada benjolan keras.

Karena sangat berkaitan dengan faktor genetik dan mutasi DNA selama pertumbuhan sel yang cepat, kondisi ini sulit dicegah sepenuhnya. Langkah penanganan awal terbaik di rumah adalah dengan tidak mengurut area yang bengkak atau nyeri kronis tersebut, serta rutin mengamati apakah rasa sakitnya bertambah intens.

Jika nyeri tulang sudah sampai membangunkan Anda di malam hari, memicu bengkak yang tidak wajar, atau membuat anak berjalan pincang tanpa riwayat cedera yang jelas, segera cari pertolongan medis. Diagnosis dini sangat menentukan keberhasilan terapi. Jangan main tebak-tebakan soal keluhan tulang Anda. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tim dokter spesialis ortopedi kami di Columbia Asia Hospital Medan.

Telah ditinjau oleh: dr. Vincent Selamat, Sp.O.T