Pernah bercermin dan bertanya-tanya, “Kira-kira sampai umur berapa tulang saya ini tetap kuat?” Sebagian besar dari kita mungkin menganggap tulang itu ibarat tiang beton permanen yang akan terus kokoh selamanya. Kenyataannya? Tidak begitu. Tulang kita sebenarnya adalah jaringan hidup dinamis yang punya ‘masa berlaku’.
Menurut World Health Organization (WHO) dan International Osteoporosis Foundation (IOF), puncak kepadatan tulang manusia yakni saat massa tulang berada di titik paling padat dan kuat umumnya terjadi pada usia 30 tahun. Setelah melewati usia tersebut, secara alami tulang akan mengalami penurunan massa secara perlahan.
Mengapa Tulang Bisa Kehilangan Kekuatannya?
Dalam bahasa medis, tubuh kita melakukan proses bone remodeling atau perombakan tulang secara terus-menerus. Tubuh membuang sel tulang yang sudah tua dan menggantinya dengan sel yang baru. Masalahnya, ketika kita menua, proses pembongkaran ini berjalan jauh lebih cepat dibandingkan pembentukannya. Kondisi inilah yang memicu terjadinya Osteoporosis atau pengeroposan tulang.
Faktor risikonya sangat dekat dengan keseharian kita seperti mulai dari faktor genetik, penurunan hormon estrogen saat wanita mengalami menopause, kurangnya asupan kalsium, hingga gaya hidup sedentary (malas bergerak). Gejalanya sering tidak terasa dan dijuluki sebagai silent disease. Anda mungkin baru waspada saat tinggi badan mulai menyusut, postur tubuh membungkuk, atau mengalami patah tulang hanya karena jatuh atau benturan ringan.
Anda bisa memperpanjang “umur” tulang dari sekarang! Caranya, rutinkan olahraga weight-bearing seperti jalan cepat atau joging ringan untuk merangsang pertumbuhan sel tulang baru. Penuhi juga nutrisi harian dengan makanan kaya Kalsium dan Vitamin D (seperti susu, ikan, dan telur), serta sempatkan berjemur di bawah sinar matahari pagi.
Apabila Anda sudah berusia di atas 50 tahun, seorang perempuan pasca-menopause, memiliki riwayat keluarga dengan osteoporosis, atau sering mengalami nyeri tulang punggung yang tak kunjung hilang, inilah saat yang tepat untuk mencari bantuan medis. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah risiko kelumpuhan akibat patah tulang pinggul atau tulang belakang.
Lindungi masa depan mobilitas Anda dengan melakukan pemeriksaan kepadatan tulang melalui layanan Bone Mineral Density (BMD) di Columbia Asia Hospital Medan. Tim dokter spesialis ortopedi kami siap memberikan solusi penanganan yang paling tepat untuk Anda.
Telah ditinjau oleh: dr. Eddy Jefferson , Sp.OT (K) Subs. Sport Injury