Banyak yang mengira tulang itu seperti tiang statis yang ukurannya akan selalu sama seumur hidup. Padahal, tulang kita merupakan jaringan hidup yang terus-menerus merombak dan memperbarui diri. Seiring bertambahnya usia, laju pembentukan jaringan tulang baru mulai melambat. Jika dibiarkan, ancaman pengeroposan tulang perlahan akan mengintai kita.
Kondisi pengeroposan ini disebut osteoporosis, yakni ketika kepadatan massa tulang menurun drastis. Hal ini membuat struktur di dalam tulang menjadi berongga, rapuh, dan rentan patah. Faktor risikonya bermacam-macam, mulai dari proses penuaan, kurangnya kalsium dan vitamin D, hingga gaya hidup sedentary alias terlalu banyak duduk dan kurang gerak.
Kondisi ini sering dijuluki silent thief (pencuri diam-diam) karena keroposnya tulang terjadi tanpa gejala di awal. Pasien biasanya baru sadar saat muncul keluhan nyeri punggung persisten, tinggi badan yang menyusut, postur membungkuk, atau yang paling fatal adalah mengalami patah tulang pinggul hanya karena jatuh ringan.
Merujuk pada publikasi dari International Osteoporosis Foundation (IOF) dan World Health Organization (WHO), kunci utama menjaga kepadatan tulang adalah aktivitas fisik. Namun, tak semua olahraga punya efek yang sama. Jenis olahraga yang terbukti paling efektif adalah:
- Weight-Bearing Exercise (Olahraga Menahan Beban), Contohnya jogging, jalan cepat, naik-turun tangga, hingga menari. Saat kaki menapak dan menahan berat tubuh Anda melawan gravitasi, tulang akan merespons tekanan tersebut dengan memproduksi sel-sel tulang baru yang lebih padat.
- Resistance Exercise (Latihan Kekuatan), Misalnya angkat beban atau memakai tali karet (resistance band). Gerakan otot yang menarik tulang selama latihan akan memberikan sinyal mekanis untuk memperkuat struktur tulang itu sendiri.
Langkah pencegahan di atas sangat baik dilakukan. Namun, Anda disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika sering merasakan nyeri tulang kronis, postur tubuh mulai berubah, atau jika Anda sudah memasuki usia 50 tahun ke atas terutama wanita menopause yang memiliki risiko keropos tulang lebih tinggi.
Jangan tunggu sampai terjadi cedera atau patah tulang untuk mulai bertindak. Ketahui kondisi pasti kepadatan tulang Anda dengan skrining medis yang presisi. Jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi kami dan lakukan pemeriksaan kepadatan tulang (BMD) di Columbia Asia Hospital Medan.
Telah ditinjau oleh: dr. R. Permana Yudhadibrata, Sp.OT (K)