Anda sedang asyik menikmati hidangan pedas favorit, kerongkongan mulai terasa kering. Tangan Anda refleks meraih gelas air dingin. Mendadak Anda teringat omongan orang tua yang melarang minum di tengah waktu makan karena katanya bisa merusak sistem pencernaan. Mitos ini beredar sangat luas. Banyak orang akhirnya rela menahan haus atau tersedak demi menjaga lambung mereka.
Air putih sama sekali tidak mengganggu konsentrasi asam lambung. Tubuh manusia sangat cerdas. Dinding lambung Anda otomatis menyesuaikan produksi enzim dan asam sesuai volume makanan beserta cairan yang masuk. Data dan penelitian dari ahli pencernaan di lembaga internasional Mayo Clinic Amerika Serikat justru menegaskan bahwa minum air saat makan sangat membantu proses pemecahan makanan. Air berfungsi sebagai pelumas alami. Cairan ini melembutkan partikel makanan padat sehingga usus Anda lebih mudah menyerap vitamin dan mineral.
Lalu mengapa perut sering terasa begah atau kembung setelah makan? Akar masalahnya jarang berkaitan dengan air putih, Anda mungkin mengunyah makanan terlalu cepat. Kebiasaan ini membuat Anda menelan banyak udara bebas ke dalam saluran cerna. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh juga memaksa lambung bekerja ekstra keras. Pola makan keliru ini memicu dispepsia atau gangguan pencernaan fungsional. Anda akan merasakan perut begah, mual parah, rasa panas terbakar di dada bagian bawah, hingga frekuensi bersendawa yang tidak wajar.
Anda bisa mengontrol gejala ini lewat perubahan kebiasaan sederhana. Kunyah makanan perlahan sampai bertekstur halus sebelum Anda menelannya. Minum air secukupnya saja untuk melancarkan laju makanan menuju lambung. Jauhi minuman bersoda saat makan besar karena kandungan gas karbonasinya pasti memperparah rasa kembung.
Segera jadwalkan pemeriksaan medis jika Anda terus merasakan nyeri hebat di ulu hati setiap kali selesai makan. Anda juga harus waspada bila mengalami kesulitan menelan makanan padat atau berat badan turun drastis tanpa rencana. Gejala tersebut menandakan adanya luka atau iritasi serius di saluran cerna Anda.
Jangan biarkan rasa tidak nyaman merusak momen bersantap Anda, temui dokter spesialis penyakit dalam kami di Columbia Asia Hospital untuk berdiskusi langsung mengenai keluhan Anda. Kami hadir untuk membantu Anda menemukan penyebab pasti dari gangguan pencernaan Anda.
Artikel ini telah direview oleh: dr. Adi Ayu Mada Prahara, Sp.PD, FINASIM