Sepiring gudeg manis atau sepotong tempe bacem legit memang menggugah selera. Lidah kita sudah sangat akrab dengan cita rasa kuliner Jawa Tengah ini. Rasa manis utamanya datang dari penggunaan gula jawa atau kecap manis yang melimpah. Anda harus menyadari dampak tersembunyi dari asupan manis ini. Gula berlebih menyimpan ancaman nyata bagi fungsi vital tubuh Anda.
Penyakit jantung bermula ketika pembuluh darah utama mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Gula tambahan dalam jumlah besar memicu hati memproduksi lebih banyak trigliserida atau tipe lemak spesifik dalam darah. Lembaga World Health Organization merekomendasikan asupan gula bebas kurang dari 10 persen total kalori harian untuk meminimalkan risiko kardiovaskular. Kadar gula darah yang terus melonjak secara konsisten merusak dinding pembuluh darah Anda sedikit demi sedikit. Anda perlu segera waspada jika sering merasa ngos ngosan saat melakukan aktivitas fisik ringan sehari hari. Gejala lain yang patut dicurigai mencakup nyeri dada yang menjalar ke bahu kiri atau keringat dingin tanpa alasan jelas.
Anda tetap bisa melestarikan hobi kuliner dengan trik yang cerdas seperti membatasi porsi asupan manis Anda secara ketat. Jika siang ini Anda menyantap nasi liwet dan ayam bacem, pangkas karbohidrat serta hindari minuman manis pada jam makan malam. Mintalah penjual memisahkan kuah manis dari lauk utama pesanan Anda. Anda memegang kendali penuh atas seberapa banyak kuah yang masuk ke dalam mulut. Bakar kalori ekstra tersebut dengan memperbanyak gerakan fisik. Anda cukup berjalan kaki dengan ritme agak cepat selama 30 menit setiap sore mengelilingi komplek rumah.
Nyeri dada yang terasa seperti tertindih beban sangat berat merupakan sinyal darurat mutlak. Irama jantung yang berdebar tidak beraturan juga membutuhkan perhatian medis secepat mungkin. Jangan menunda waktu berharga Anda untuk sekadar menebak penyebabnya. Anda bisa langsung datang berdiskusi dengan tim dokter kami di Columbia Asia Hospital. Kami siap memeriksa kondisi Anda dan merancang langkah penanganan yang tepat.
Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Novi Anggriyani, Sp.JP(K).,FIHA