Sejak kecil, kita selalu didoktrin “Minum susu yang banyak biar tulang kuat!”. Faktanya, susu memang sumber kalsium yang hebat, tapi susu bukanlah satu-satunya ‘pahlawan’ untuk kerangka tubuh kita. Menjaga kesehatan tulang sangatlah vital, karena tulang adalah penopang seluruh pergerakan tubuh kita sehari-hari.
Masalah utama yang sering mengintai seiring bertambahnya usia adalah Osteoporosis, yaitu kondisi di mana massa dan kepadatan tulang menurun drastis. Tulang yang tadinya padat berubah menjadi berongga seperti spons, rapuh, dan mudah patah. Penyebab utamanya beragam, mulai dari faktor penuaan, gaya hidup kurang gerak, hingga kurangnya nutrisi. Kondisi ini sering dijuluki silent disease (penyakit diam-diam) karena gejalanya nyaris tak terasa sampai seseorang tiba-tiba mengalami patah tulang akibat benturan ringan. Meski begitu, waspadailah tanda awal seperti postur yang makin membungkuk, tinggi badan yang menyusut, atau nyeri punggung kronis.
Lalu, bagaimana langkah pencegahan awalnya jika Anda kurang suka atau alergi susu? Kalsium bisa didapatkan dari sumber lezat lainnya seperti sayuran hijau gelap (bayam, brokoli), tempe, tahu, ikan sarden, dan almond. Namun ingat, asupan kalsium tidak akan optimal tanpa bantuan Vitamin D sebagai ‘kunci’ penyerap kalsium. Anda bisa mendapatkannya secara gratis dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. Selain itu, rutinlah melakukan olahraga penahan beban (weight-bearing) seperti jalan santai, jogging, menari, atau angkat beban ringan guna merangsang sel tulang baru agar lebih padat.
Anda mulai merasakan nyeri tulang atau sendi yang tak kunjung hilang, kelainan pada postur tubuh, atau memiliki riwayat keluarga dengan pengeroposan tulang, inilah saatnya berhenti menebak-nebak kondisi tubuh sendiri. Pastikan kondisi tulang Anda sejak dini! Tim dokter spesialis ortopedi kami di Columbia Asia Hospital Medan siap mendampingi Anda dengan fasilitas skrining kepadatan tulang (Bone Mineral Density).
Telah ditinjau oleh: dr. Jefryan Sofyan, M.Ked(Surg), SpOT(K)