Artikel

Mengapa Angka 140/90 Sudah Perlu Perhatian Serius! Waspada “Tensi Terlihat Normal”!

Pernah melihat hasil tekanan darah di angka 140/90 mmHg lalu merasa aman karena tidak ada keluhan? Banyak orang masih menganggap angka ini “normal”. Padahal, dalam dunia medis, angka tersebut sudah termasuk kategori hipertensi dan memerlukan perhatian khusus.

Menurut pedoman American Heart Association (AHA), tekanan darah normal harus berada di bawah 120/80 mmHg. Saat angkanya naik ke 120–129/<80 mmHg, kondisinya masuk dalam kategori meningkat (elevated), dan mulai diklasifikasikan sebagai hipertensi tahap 1 pada rentang 130–139/80–89 mmHg. Anda harus sangat berhati-hati jika hasil cek darah menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih. Angka tersebut sudah masuk ke dalam kategori hipertensi tahap 2, yang memiliki risiko komplikasi jauh lebih tinggi jika tidak segera ditangani dengan baik.

Hipertensi atau darah tinggi terjadi ketika tekanan di dalam pembuluh darah terus meningkat. Kondisi ini sangat membebani jantung karena dipaksa memompa darah lebih keras. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan otot jantung menebal, merusak pembuluh darah, serta melipatgandakan risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Ironisnya, penyakit ini dijuluki sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala apa pun. Keluhan seperti sakit kepala atau mimisan tidak selalu menjadi penanda utamanya. Sering kali, orang baru menyadari kondisinya saat jantung, otak, atau ginjalnya sudah mengalami komplikasi serius. Itulah mengapa, rutin mengukur tekanan darah adalah langkah deteksi dini yang paling akurat.

Tekanan darah yang tinggi sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti terlalu banyak makan garam, jarang bergerak, obesitas, stres yang tidak berkesudahan, hingga pola tidur yang berantakan. Namun, kondisi ini sangat bisa dicegah dan dikendalikan. Anda dapat memulainya dengan membatasi asupan makanan asin (natrium) dan memperbanyak porsi sayur serta buah. Selain itu, pastikan Anda menjaga berat badan tetap ideal, mendapatkan tidur yang cukup, dan rutin berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggunya.

Jika Anda menemukan angka tekanan darah ≥140/90 mmHg dalam beberapa kali pengukuran pada kondisi istirahat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosis serta menentukan apakah diperlukan terapi obat atau cukup dengan modifikasi gaya hidup.

Columbia Asia Hospital menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, skrining risiko kardiovaskular, hingga penanganan hipertensi secara komprehensif. Dengan pendekatan berbasis bukti dan fasilitas diagnostik modern, pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing.

Mengontrol tekanan darah sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi serius di masa depan. Jangan menunggu gejala muncul—karena pada hipertensi, sering kali yang terasa “baik-baik saja” justru menyimpan risiko tersembunyi.

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Maruli Tua Sianipar, Sp.JP