Artikel

Ternyata Duduk Lebih dari 8 Jam Sehari Sama Bahayanya dengan Merokok, Ini Faktanya!

Pernahkah Anda menghitung berapa jam waktu yang dihabiskan untuk duduk setiap hari? Entah itu menatap layar laptop di meja kantor, terjebak macet di mobil, atau maraton serial TV di sofa kesayangan. Rutinitas yang terkesan sangat nyaman ini diam-diam menyimpan ancaman serius. Faktanya, kebiasaan duduk lebih dari 8 jam sehari kini sering disandingkan dengan bahaya merokok. Mengapa hal ini sangat krusial untuk kita perhatikan?

Dalam dunia medis, kebiasaan kurang gerak ini sering dikenal dengan istilah Sedentary Lifestyle (gaya hidup sedenter). Menurut data resmi dari World Health Organization (WHO), kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu dari daftar penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.

Saat tubuh kita dibiarkan dalam posisi duduk selama berjam-jam, sistem metabolisme akan melambat secara drastis. Hal ini membuat kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah, menjaga tekanan darah, dan memecah simpanan lemak menjadi sangat tidak efisien. Gejala awal yang sering muncul dan kerap diabaikan antara lain otot leher yang kaku, nyeri pada punggung bagian bawah (Low Back Pain), postur tubuh yang mulai membungkuk, hingga rasa lelah terus-menerus meski Anda tidak melakukan pekerjaan fisik yang berat. Jika terus dibiarkan berlarut-larut, faktor risiko ini akan berakumulasi menjadi masalah kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan kardiovaskular (masalah pada jantung dan pembuluh darah).

Ada beberapa langkah pencegahan awal yang sangat mudah untuk dilakukan di sela-sela kesibukan. Mulailah menerapkan jeda aktif: setiap Anda duduk selama 30 menit, usahakan untuk berdiri atau berjalan kecil selama 3 hingga 5 menit. Lakukan peregangan ringan pada area bahu dan punggung di kursi kerja Anda. Selain itu, memilih untuk naik tangga dibandingkan menggunakan lift juga merupakan awal yang sangat baik untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

Lalu, kapan alarm tubuh benar-benar harus diperhatikan secara medis? Sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika nyeri pada area punggung, pinggang, atau leher terasa semakin terasa. Terutama, jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung mereda meski sudah beristirahat, atau disertai rasa kebas dan kesemutan yang menjalar hingga ke tungkai kaki. Ini bisa jadi pertanda adanya masalah pada struktur tulang belakang atau saraf Anda yang butuh pemeriksaan lebih lanjut.

Jika Anda mulai merasakan keluhan nyeri sendi, otot kaku, atau ingin melakukan deteksi dini, segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim dokter spesialis kami di Columbia Asia Hospital Aksara. Yuk, buat janji temu Anda sekarang juga dan mulailah melangkah menuju hidup yang lebih aktif dan bebas nyeri!

Ditinjau oleh: dr. M. Hidayat Siregar, M.Ked(Surg), Sp.OT(K)