Artikel

Tekanan Darah Saat Tidur, Waspada Perubahan Ritme Tubuh

Mengapa Tekanan Darah Saat Tidur Berfluktuasi?

Tubuh Anda memiliki jam biologis yang mengatur fungsi organ sepanjang waktu. Saat tidur, tubuh memasuki fase pemulihan yang melibatkan penurunan aktivitas saraf simpatis. Fenomena ini secara alami membuat tekanan darah saat tidur menurun sekitar 10% hingga 20% dibandingkan siang hari. Kondisi ini disebut dipping. Hormon melatonin yang dilepaskan otak membantu menurunkan kerja jantung agar Anda beristirahat dengan optimal.

Beberapa orang tidak mengalami penurunan tekanan darah saat tidur atau justru meningkat. Pola ini sering dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Gangguan pada sistem saraf otonom atau masalah pernapasan saat tidur dapat memicu beban kerja jantung yang berlebihan. Tanpa disadari, organ vital seperti jantung harus bekerja lebih keras pada malam hari saat seharusnya berada dalam fase relaksasi.

Anda tidak boleh menganggap sepele jika merasakan keluhan mendadak di malam hari. Segeralah mencari pertolongan medis jika Anda mengalami nyeri dada yang terasa menjalar ke leher atau lengan, sesak napas yang membuat terbangun, atau keringat dingin yang muncul tanpa sebab. Pingsan atau kelemahan mendadak saat beraktivitas malam hari juga menjadi indikator serius adanya gangguan irama jantung atau penyumbatan pembuluh darah. Deteksi dini melalui Risk Assessment di Cardiovascular Center sangat membantu memitigasi risiko fatal.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, dokter di Columbia Asia Hospital siap membantu. Kami menyediakan fasilitas diagnostik lengkap termasuk CT Scan jantung atau pemantauan fungsi jantung untuk memastikan kondisi kesehatan Anda tetap terjaga. Jangan menunda pemeriksaan jika merasa ada yang tidak beres dengan ritme tubuh Anda.

Kesehatan jantung Anda adalah prioritas kami. Segera konsultasikan bersama Columbia Asia Hospital untuk pemeriksaan komprehensif bersama tim dokter spesialis berpengalaman. Kami siap melayani kebutuhan Anda dengan standar medis yang komprehensif.

Direview oleh

Andriga Dirgantomo
Dr.

Andriga Dirgantomo

Sp.JP, FIHA
CARDIOLOGY
Jadwalkan Konsultasi