Artikel

Efek Multitasking pada Otak, Bikin Lemot & Susah Fokus!

Sering membalas chat grup kantor sembari menyusun laporan Excel sekaligus memutar podcast harian? Bagi Gen Z sekarang, rutinitas ini mungkin terkesan amat produktif. Faktanya, kebiasaan buruk tersebut justru menyimpan petaka kesehatan yang amat serius. Memahami efek multitasking pada otak sungguh penting guna menjaga kesehatan saraf kognitif Anda.

Secara medis, aktivitas ganda merupakan paksaan memproses beberapa informasi kognitif bersamaan. Padahal, struktur dasar sistem saraf manusia tidak dirancang beroperasi begitu. Praktik rutin ini memicu perpindahan atensi terlampau cepat.

Riset global jelas menyoroti tingginya bahaya kebiasaan ini. Studi University of Sussex menemukan fakta neurologis mengejutkan. Pecandu gawai ganda terbukti memiliki kepadatan gray matter lebih minim pada anterior cingulate cortex ACC. Area ACC merupakan pusat pengontrol fungsi kognitif beserta kendali emosi harian. Sejalan itu, jurnal American Psychological Association menegaskan bahwa perpindahan tugas memangkas produktivitas drastis. Pastinya, efek multitasking pada otak ini langsung memicu kelelahan mental.

Lalu, apa saja tanda bahayanya? Anda perlahan mulai sering lupa menaruh benda sepele. Kesulitan menyerap informasi baru mendadak menjadi keluhan harian. Menurunnya rasa empati sosial turut muncul tanpa disadari.

Kabar baiknya, Anda masih mampu mengerem kerusakan saraf ini. Mulailah konsisten berlatih menuntaskan satu tugas spesifik sebelum berpindah. Jauhkan ponsel pintar saat sedang butuh fokus bekerja ekstra. Terapkan jeda istirahat otak secara teratur.

Bila Anda terus merasakan kabut otak, pusing menahun, atau gangguan memori ekstrem, segera cari pertolongan medis. Jangan pernah mengabaikan sinyal kerusakan kognitif tersebut. Pastikan kesehatan saraf Anda selalu terjamin utuh. Segera jadwalkan konsultasi komprehensif bersama dokter saraf di Columbia Asia Hospital guna menelusuri efek multitasking pada otak Anda. Tim medis andal kami siap memulihkan fokus Anda kembali!

Direview oleh

VONNY CHRISTY
dr.

VONNY CHRISTY

NEUROLOGY
Jadwalkan Konsultasi