Artikel

Denyut Nadi Istirahat Terlalu Cepat? Cek Pemicunya!

Rebahan santai di kasur setelah seharian beraktivitas seharusnya memberi rasa tenang. Anda justru merasakan dada berdegup kencang seperti habis lari maraton. Fenomena denyut nadi istirahat terlalu cepat ini memang kerap memicu rasa panik seketika.

Rentang detak jantung orang dewasa yang wajar saat diam berada pada kisaran 60 hingga 100 kali per menit. Dunia medis menyebut angka di atas batas normal tersebut sebagai takikardia. Situasi ini tidak selalu berarti kerusakan organ vital permanen, sebab tubuh sedang memberi sinyal respons fisiologis tertentu.

Mengapa Denyut Nadi Istirahat Terlalu Cepat Terjadi?

Kondisi fisik serta mental Anda memegang pengaruh langsung terhadap laju pompa jantung harian. Kebiasaan nongkrong sambil menenggak es kopi kekinian kerap memasukkan asupan kafein berlebih ke tubuh. Paparan nikotin dari rokok atau rokok elektrik memicu lonjakan hormon stres secara instan. Tubuh yang kurang minum air putih juga memicu dehidrasi sehingga beban kerja pompa darah melonjak drastis. Beban pikiran akibat pekerjaan menumpuk memicu pelepasan adrenalin yang membuat dada berdebar seketika.

Anemia atau kurang darah memaksa otot jantung bekerja lebih keras demi mengalirkan oksigen tubuh. Demam tinggi akibat infeksi bakteri maupun gangguan hormon tiroid memicu percepatan laju metabolisme basal. Apabila ritme listrik jantung mengalami malfungsi atau aritmia, Anda berpotensi merasakan kepala melayang, napas pendek, hingga sensasi limbung.

Langkah awal mengatasi denyut nadi istirahat terlalu cepat dapat Anda mulai dari pengaturan rutinitas harian. Cukupi cairan tubuh dengan minum minimal dua liter air putih setiap hari. Batasi konsumsi kopi susu berkafein tinggi saat tubuh terasa lelah. Latih teknik pernapasan dalam agar sistem saraf kembali rileks. Penuhi jadwal tidur berkualitas minimal tujuh jam setiap malam guna menstabilkan laju sirkulasi darah.

Keluhan denyut nadi istirahat terlalu cepat butuh evaluasi medis mendalam jika muncul berulang kali tanpa penyebab nyata. Dokter spesialis jantung akan menyarankan rekam jantung elektrokardiogram (EKG) untuk membaca aktivitas kelistrikan organ dada Anda. Pemasangan alat Holter monitor bermanfaat merekam fluktuasi denyut selama 24 jam penuh. Segera datangi instalasi gawat darurat apabila debaran kencang datang bersama rasa tertekan di dada, sesak napas berat, hingga pingsan mendadak.

Jangan abaikan keluhan denyut nadi istirahat terlalu cepat sebagai rasa lelah biasa. Tim dokter spesialis jantung dan fasilitas diagnostik komprehensif Columbia Asia Hospital siap membantu menelusuri penyebab debaran dada Anda secara akurat. Jadwalkan pemeriksaan Anda hari ini untuk mendapatkan rencana perawatan yang tepat, aman, dan nyaman.

Telah ditinjau oleh: dr. Fitri Handayani P. M.Kes | General Practitioner – Columbia Asia Hospital Medan