Banyak anak muda sekarang mengeluh susah tidur karena isi kepala terlalu bising. Memang, rutinitas harian sering memicu stres kronis. Nyatanya, tren mendengarkan suara bisikan kini sangat populer. Fenomena ini terbukti menjadi metode ASMR untuk relaksasi otak.Stres berlebih merusak keseimbangan kimia otak. Akibatnya, Anda mudah lelah secara mental.
ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) memicu sensasi geli yang menenangkan dari kepala hingga leher. Riset Universitas Sheffield dalam jurnal PLOS One mengungkap fakta menarik. Mendengarkan audio ASMR menurunkan detak jantung secara signifikan. Bahkan, studi fMRI dari Dartmouth College membuktikan bahwa ASMR untuk relaksasi mengaktifkan area otak penghasil dopamin. Hormon ini langsung menciptakan rasa bahagia.
Beban kerja atau tugas kampus sering menjadi faktor risiko utama kelelahan mental. Gejalanya sering kali mencakup detak jantung yang sangat cepat, sulit fokus, hingga insomnia parah. Alhasil, tubuh selalu merasa terancam.
Anda bisa mencoba memutar video audio binaural sebelum tidur. Mulanya, cari posisi berbaring paling nyaman. Pasang earphone lalu atur volume secukupnya. Sebenarnya, cara penanganan awal ini ampuh menurunkan gelombang otak beta. Gelombang otak Anda akan berubah menjadi frekuensi alpha. Frekuensi alpha menandakan otak sedang beristirahat maksimal.
Terkadang, ASMR untuk relaksasi tidak selalu menyelesaikan akar masalah. Sebaliknya, gangguan tidur persisten membutuhkan evaluasi medis mendalam segera. Akhirnya, kecemasan yang merusak produktivitas harian merupakan tanda bahaya. Anda sangat perlu segera menemui ahli saraf.
Jangan biarkan stres mengontrol hidup Anda. Segera jadwalkan konsultasi medis saraf Anda di Columbia Asia Hospital. Dokter spesialis kami siap memberikan diagnosis presisi. Hubungi layanan Columbia Asia Hospital pada hari ini untuk menjaga kesehatan otak Anda!
Direview oleh