Artikel

Apakah Kanker Tulang Bisa Menjadi Penyakit Keturunan? Ini yang Perlu Anda Tahu!

Saat mendengar kata “kanker”, pertanyaan pertama yang muncul di benak kita adalah panik, bingung, kok bisa, lalu “Apakah penyakit ini turunan dari keluarga?” Kekhawatiran ini sangat wajar, terutama jika kita membahas kanker tulang sebuah kondisi medis yang mungkin jarang terdengar namun berdampak besar pada kemampuan gerak seseorang.

Kanker tulang primer, yaitu tumor ganas yang berawal langsung dari jaringan tulang dan bukan sisa penyebaran dari organ lain, tergolong kasus yang langka. Lalu, apakah murni karena faktor keturunan? Jawabannya tidak selalu. Faktanya, sebagian besar penderita kanker tulang tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Dunia medis mencatat adanya peran kelainan genetik tertentu. Sindrom bawaan langka seperti sindrom Li-Fraumeni atau kondisi retinoblastoma (kanker mata pada anak-anak) diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kanker tulang di masa depan. Di sisi lain, bagaimana dengan gaya hidup? Berbeda dengan penyakit lain yang erat kaitannya dengan asupan makanan atau kebiasaan buruk, gaya hidup sehari-hari belum terbukti secara ilmiah sebagai pemicu utama kanker tulang. Faktor risiko luar yang justru lebih diwaspadai ahli adalah riwayat paparan terapi radiasi dengan dosis tinggi di masa lalu.

Karena sulit dicegah sepenuhnya melalui perubahan gaya hidup, mengenali “alarm” tubuh adalah hal yang kita harus lakukan. Waspadai beberapa gejala berikut:

  • Nyeri tulang yang berulang dan terasa semakin menyiksa di malam hari.
  • Munculnya benjolan atau pembengkakan di area tulang yang terasa hangat.
  • Tulang tiba-tiba rapuh atau patah hanya karena cedera ringan.

Sebagai bentuk pencegahan dan perawatan awal, menjaga kepadatan tulang tetaplah hal yang krusial. Pastikan Anda memenuhi asupan kalsium, vitamin D, dan rutin berolahraga ringan agar struktur tulang tetap kuat menopang tubuh.

Kapan Anda harus benar-benar menemui dokter? Jangan tunda jadwal periksa jika nyeri tulang tidak kunjung reda dengan obat pereda nyeri biasa, hingga mulai mengganggu aktivitas dan kualitas tidur Anda.

Semakin cepat dideteksi, semakin tinggi persentase keberhasilan penanganannya. Jika Anda merasakan keluhan tulang yang mencurigakan atau ingin berkonsultasi mengenai risiko genetik, tim dokter spesialis ortopedi dan onkologi di Columbia Asia Hospital Aksara siap mendampingi Anda.

Ditinjau oleh: dr. M. Hidayat Siregar, M.Ked(Surg), Sp.OT(K)