Pernahkah Anda datang ke tempat baru lalu merasa familier? Fenomena ini sering dikaitkan dengan hal mistis atau firasat oleh masyarakat kita. Faktanya, penyebab dejavu murni berkaitan dengan sistem kerja saraf otak Anda. Memahami masalah ini penting agar Anda tidak salah langkah menafsirkan kondisi neurologis.
Dejavu adalah sensasi kuat bahwa Anda sudah pernah mengalami suatu peristiwa. Lalu, apa sebenarnya pemicu fenomena ini?
Sebab utama sensasi ini berasal dari lobus temporal otak. Area ini bertugas memproses ingatan. Terkadang, terjadi sedikit gangguan aliran listrik pada area tersebut. Akibatnya, memori jangka pendek langsung terkirim ke tempat penyimpanan memori jangka panjang. Momen ini membuat otak salah mengenali kejadian baru sebagai memori lama. Berdasarkan laporan American Psychological Association (APA), penyebab dejavu sesekali pada anak muda biasanya akibat kelelahan parah atau stres tinggi.
Meskipun begitu, Anda harus waspada. Penyebab dejavu juga bisa menjadi tanda awal kejang parsial atau epilepsi lobus temporal. Bahkan, data Epilepsy Foundation menyebutkan bahwa kejang ini sering diawali dengan perasaan familier yang intens dan berulang. Sebaliknya, dejavu biasa hanya terjadi sesekali tanpa disertai hilangnya kesadaran atau kebingungan setelahnya.
Selanjutnya, langkah pencegahan terbaik berfokus pada perbaikan gaya hidup. Cobalah tidur cukup setiap malam. Kurangi juga beban pikiran harian. Kebiasaan ini membantu menstabilkan fungsi saraf Anda.
Anda wajib waspada jika sensasi ini muncul terlalu sering. Terlebih jika penyebab dejavu diikuti gejala aneh seperti gemetar, halusinasi, atau pingsan sementara. Kondisi seperti ini memerlukan pemeriksaan lanjutan secara cepat. Akhirnya, jangan tunda kesehatan otak Anda. Segera jadwalkan konsultasi bersama dokter spesialis saraf di Columbia Asia Hospital untuk mengecek penyebab dejavu tersebut secara akurat.
Direview oleh