Tersentak bangun dari tidur pulas karena tarikan yang menyakitkan di betis? Keluhan kram otot di malam hari (nocturnal leg cramps) sangat umum terjadi, dan faktanya, wanita jauh lebih rentan mengalaminya dibandingkan pria.
Kram otot adalah kontraksi tiba-tiba dan tak terkendali pada satu atau beberapa bagian otot. Pada wanita, fluktuasi hormonal memegang peranan kunci sebagai penyebab utamanya. Menjelang menstruasi, selama masa kehamilan, atau saat memasuki fase menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan naik-turun secara drastis. Perubahan ini secara langsung memengaruhi bagaimana tubuh mengatur cairan dan ketersediaan elektrolit (mineral penyampai sinyal saraf seperti kalsium dan magnesium). Akibatnya, otot menjadi jauh lebih sensitif dan mudah mengalami kejang.
Selain itu, fluktuasi hormon ini kadang membuat sirkulasi darah sedikit melambat, membuat otot rentan kekurangan oksigen saat beristirahat. Gejala utamanya meliputi nyeri tajam yang mendadak di area betis atau telapak kaki, yang bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.
Jangan panik saat serangan terjadi. Segera luruskan kaki dan tarik perlahan telapak kaki Anda ke arah tubuh untuk meregangkan otot yang kaku. Untuk langkah pencegahan harian, pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan minum air putih yang cukup. Perbanyak asupan makanan kaya kalium dan magnesium, seperti pisang, bayam, atau kacang-kacangan. Melakukan rutinitas peregangan ringan pada area kaki sebelum tidur juga sangat efektif menjaga otot tetap rileks sepanjang malam.
Mengalami kram sesekali adalah hal wajar. Namun, Anda patut waspada jika kram terjadi hampir setiap malam, disertai rasa sakit yang tidak tertahankan, muncul pembengkakan, kemerahan pada kaki, atau adanya kelemahan otot yang menetap di siang hari. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan saraf, kekurangan mineral parah, atau masalah sirkulasi darah yang membutuhkan intervensi medis. Jika keluhan terus berlanjut dan mengganggu aktivitas, segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kami di Columbia Asia Hospital Aksara.
Telah Ditinjau oleh: dr. M. Hidayat Siregar, M.Ked(Surg), Sp.OT(K)