Kehamilan membawa banyak perubahan fisik pada tubuh wanita, termasuk peningkatan risiko terhadap cedera ortopedi. Namun, berbagai mitos seputar cedera tulang dan sendi selama masa kehamilan sering kali menimbulkan kebingungan.
Untuk itu, penting bagi ibu hamil memahami apa yang benar dan apa yang hanya sekadar mitos. Berikut ini ulasan tentang mitos dan fakta seputar cedera ortopedi pada kehamilan.
Mitos 1: Ibu hamil sebaiknya tidak berolahraga untuk menghindari cedera ortopedi
Fakta:
Berolahraga secara teratur justru sangat dianjurkan selama kehamilan, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Aktivitas fisik yang aman dapat memperkuat otot, meningkatkan keseimbangan, dan membantu mencegah cedera.
Tentu saja, jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan kemampuan tubuh.
Mitos 2: Semua nyeri sendi saat hamil adalah hal normal dan tidak perlu diperiksa
Fakta:
Meskipun beberapa ketidaknyamanan sendi bisa dianggap normal akibat perubahan hormon dan berat badan, tidak semua nyeri harus diabaikan. Nyeri hebat, bengkak, atau keterbatasan gerak yang signifikan perlu segera diperiksakan.
Bisa jadi, ini menandakan adanya cedera ortopedi serius seperti keseleo, robekan ligamen, atau bahkan patah tulang.
Mitos 3: Operasi ortopedi tidak aman selama kehamilan
Fakta:
Operasi ortopedi bisa dilakukan selama kehamilan jika benar-benar diperlukan, terutama pada kasus cedera berat yang membahayakan ibu atau janin. Tindakan medis akan disesuaikan untuk meminimalkan risiko terhadap kehamilan, misalnya dengan menggunakan teknik anestesi yang lebih aman dan mengatur posisi tubuh ibu hamil saat prosedur berlangsung.
Mitos 4: Ibu hamil tidak bisa mengalami patah tulang karena tubuh lebih “lentur”
Fakta:
Kehamilan memang meningkatkan fleksibilitas sendi akibat hormon relaksin, namun ini tidak berarti ibu hamil kebal terhadap patah tulang. Bahkan, perubahan keseimbangan tubuh dan pusat gravitasi yang bergeser selama kehamilan bisa meningkatkan risiko terjatuh dan mengalami cedera serius.
Mitos 5: Pemulihan cedera ortopedi selama kehamilan lebih cepat
Fakta:
Pemulihan cedera ortopedi pada ibu hamil tidak selalu lebih cepat. Proses penyembuhan tetap bergantung pada tingkat keparahan cedera, kondisi kesehatan umum ibu, serta perawatan yang diberikan.
Bahkan, dalam beberapa kasus, adaptasi fisiologis selama kehamilan bisa memperlambat pemulihan akibat peningkatan beban tubuh dan perubahan metabolisme.
Tips Mencegah Cedera Ortopedi pada Kehamilan
Untuk mengurangi risiko cedera ortopedi selama kehamilan, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin untuk membantu menjaga keseimbangan.
- Lakukan olahraga ringan seperti yoga prenatal atau jalan kaki secara rutin untuk memperkuat otot pendukung tubuh.
- Perhatikan posisi tubuh saat berdiri, duduk, dan tidur agar beban pada tulang belakang dan sendi terdistribusi dengan baik.
- Berhati-hatilah saat naik turun tangga atau di area licin untuk mencegah jatuh.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai atau melanjutkan program latihan fisik selama kehamilan.
Mitos seputar cedera ortopedi pada kehamilan bisa berbahaya jika dibiarkan memengaruhi keputusan medis. Dengan memahami fakta yang benar, ibu hamil dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi selama masa kehamilan.
Jika mengalami nyeri berlebihan atau cedera, segera konsultasikan dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.
Referensi: