Artikel

Tips Menjaga Kesehatan Lambung di Era Tren Makanan Kekinian

Suka Makanan pedas, minuman kopi kekinian, hingga pola makan yang tidak teratur kini menjadi bagian dari gaya hidup modern. Meski terasa menyenangkan, kebiasaan ini dapat memicu berbagai keluhan saluran cerna, terutama pada individu yang sensitif terhadap gangguan lambung.

Dua kondisi yang sering dikaitkan dengan keluhan tersebut adalah gastritis dan Gastroesophageal Reflux Disease.

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, penggunaan obat antiinflamasi (NSAID), alkohol, maupun stres. Sementara itu, GERD terjadi akibat kelemahan atau relaksasi katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lambung mudah naik ke esofagus.

Penting untuk dipahami bahwa makanan pedas, asam, atau secangkir kopi sebenarnya bukanlah penyebab utama dari masalah lambung. Namun, bagi sebagian orang, jenis makanan dan minuman tersebut memang bisa memicu atau memperparah keluhan yang sudah ada. Jika lambung sedang sensitif, mengonsumsi makanan pemicu tersebut dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, perut kembung, mual, hingga munculnya sensasi panas seperti terbakar di dada (heartburn).

Untuk menjaga lambung agar tetap sehat dan nyaman, ada beberapa langkah sederhana yang sangat disarankan secara medis. Biasakanlah untuk makan dengan porsi yang lebih kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering, dan hindarilah membiarkan perut kosong terlalu lama. Selain itu, kunyahlah makanan secara perlahan dan pastikan Anda tidak langsung berbaring setelah makan—berikan jeda setidaknya 2 hingga 3 jam agar makanan dapat dicerna dengan baik. Mengenali dan menghindari makanan yang menjadi pemicu keluhan pribadi Anda juga sangat penting. Menerapkan pola makan yang teratur dan gaya hidup sehat seperti ini telah terbukti jauh lebih efektif untuk menjaga lambung dibandingkan jika Anda hanya mengandalkan produk minuman “penetral asam”.

Walaupun keluhan lambung sering dianggap biasa, Anda tetap harus waspada dan segera berkonsultasi ke dokter jika gejalanya bertambah parah. Jangan tunda pemeriksaan medis apabila nyeri perut terasa menetap atau semakin memburuk, Anda mengalami muntah yang berulang, berat badan menyusut drastis tanpa alasan yang jelas, atau jika feses berubah warna menjadi hitam pekat. Tanda-tanda bahaya tersebut mengarah pada kondisi medis yang lebih serius dan membutuhkan penanganan dokter secepatnya.

Tim dokter spesialis penyakit dalam di Columbia Asia Hospital siap membantu Anda dengan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan berbasis bukti untuk berbagai masalah saluran cerna.

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Prawiro Sukito, Sp.PD