Artikel

Sering Terasa Pusing Saat Baru Berdiri Sebentar? Waspadai Gejala ini!

Pusing saat berdiri cepat sering dianggap sebagai lelah biasa atau kurang minum. Kondisi ini membuat kepala terasa ringan atau pandangan berkunang-kunang sesaat setelah berpindah posisi. Secara medis, fenomena ini disebut hipotensi ortostatik. Tubuh gagal menyesuaikan tekanan darah dengan cepat saat gravitasi menarik darah ke area bawah tubuh. Regulasi yang seharusnya otomatis ini terhambat sehingga suplai oksigen ke otak berkurang sementara.

Tubuh manusia memiliki sistem saraf otonom yang bekerja menjaga tekanan darah tetap stabil. Saat berdiri, pembuluh darah secara alami menyempit untuk memompa aliran darah ke otak. Kegagalan sistem ini bisa dipicu oleh beberapa kondisi. Dehidrasi berat, penggunaan obat-obatan tekanan darah tinggi, hingga masalah irama jantung atau aritmia sering menjadi penyebab utama. Faktor risiko jantung dan pembuluh darah harus dicermati agar keluhan ini tidak berkembang menjadi sinkop atau pingsan yang berisiko cedera.

Hipotensi ortostatik terjadi ketika tekanan darah sistolik turun setidaknya 20 mmHg atau diastolik turun 10 mmHg dalam waktu tiga menit setelah berdiri. Banyak orang menyalahartikan ini sebagai anemia. Diagnosis yang tepat sangat penting karena pusing saat berdiri cepat bisa menjadi indikator adanya disfungsi jantung yang belum terdeteksi.

Pasien aktif dengan riwayat hipertensi atau gangguan katup jantung memiliki kerentanan lebih tinggi. Perubahan posisi tubuh yang mendadak memaksa jantung bekerja lebih keras. Apabila jantung tidak mampu merespons beban kerja tersebut, pasokan darah ke otak akan terhambat. Pemantauan berkala diperlukan agar kondisi ini tidak memperburuk fungsi jantung jangka panjang.

Anda bisa mencegah munculnya keluhan pusing saat berdiri cepat dengan cara sederhana. Berdirilah secara bertahap, mulai dari duduk selama beberapa detik sebelum benar-benar berdiri tegak. Menjaga hidrasi harian serta membatasi konsumsi kafein berlebih membantu menstabilkan tekanan darah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pengukuran tekanan darah posisi berbaring dan berdiri. Jika keluhan disertai nyeri dada atau jantung berdebar, pemeriksaan lanjutan seperti elektrokardiogram (EKG) atau ekokardiografi menjadi krusial. Dalam kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan MRI atau CT scan untuk menyingkirkan kelainan struktural atau neurologis yang mungkin berkontribusi terhadap gejala pusing tersebut. Prosedur ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan pada saraf atau aliran darah di area kepala dan leher.

Segera konsultasikan kondisi Anda ke Columbia Asia Hospital apabila pusing saat berdiri cepat terjadi sesering mungkin. Nyeri dada, sesak napas, atau pingsan yang menyertai pusing merupakan tanda peringatan serius. Tim dokter spesialis jantung kami siap membantu Anda dengan pemeriksaan komprehensif. Jadwalkan pemeriksaan dan pastikan kesehatan jantung Anda mendapatkan penanganan terbaik.

Direview oleh

Muhammad Ginanjar
dr.

Muhammad Ginanjar

Sp.JP(K) FIHA
CARDIOLOGY
Jadwalkan Konsultasi