Artikel

Sering Lupa Nama Orang Baru? Ini Fakta Medisnya! 

Pernahkah Anda sering lupa nama orang beberapa detik setelah bersalaman? Faktanya, kondisi ini sangat umum terjadi pada berbagai kalangan. Bahkan, generasi Z yang aktif bersosialisasi pun kerap mengalaminya.  

Otak memproses ingatan melalui tahapan rumit bernama memori episodik. Berdasarkan studi American Psychological Association (2024), kegagalan encoding atau perekaman awal memori membuat informasi gagal tersimpan. Padahal, proses mengingat wajah melibatkan korteks visual yang sangat responsif. Sebaliknya, nama hanyalah sebuah kata abstrak pendek tanpa adanya petunjuk gambar khusus bagi memori. Akibatnya, otak kita lebih cepat memanggil ulang bentuk raut wajah. Kemudian, penelitian Journal of Experimental Psychology juga menegaskan bukti ini. Lebih jauh, pikiran cenderung mengabaikan informasi saat kita sibuk memikirkan percakapan. 

Anda bisa melatih daya ingat secara mandiri dengan konsisten. Siasati dengan menyebutkan ulang nama tersebut tepat setelah selesai berkenalan. Lalu, kaitkan nama tersebut secara langsung bersama bayangan objek visual tertentu. Langkah taktis ini memaksa jaringan otak melakukan perekaman ulang memori. 

Kasus sering lupa nama orang yang baru dikenal sejatinya wajar. Apalagi, stres psikologis dan kurang tidur memicu penurunan fungsi kognitif. Sebab, World Health Organization menyatakan kelelahan mental merusak fokus memori. Meskipun begitu, Anda wajib waspada bila keluhan ini memburuk drastis. Penyakit neurologis berat seperti gejala demensia dini atau alzheimer bisa saja pasti mengintai Anda. 

Jangan biarkan gangguan daya ingat merusak kualitas produktivitas harian Anda. Maka, segera jadwalkan sesi konsultasi medis bersama dokter spesialis saraf. Pusat diagnostik medis di Columbia Asia Hospital selalu siap mengevaluasi kesehatan otak secara akurat. Segera kunjungi pusat layanan rumah sakit kami demi menjaga performa memori Anda! 

Direview oleh

INDRIAZEL SYAPUTRI HUTASUHUT
dr.

INDRIAZEL SYAPUTRI HUTASUHUT

NEUROLOGY
Jadwalkan Konsultasi