Sering kali pasien merasa sangat lega saat masa pengobatan tuntas. Nyatanya, sembuh dari TB belum tentu membuat napas kembali plong secara instan. Banyak penyintas merasa bingung saat mereka sudah dinyatakan bebas kuman. Faktanya, dada mereka sering terasa berat setiap hari. Padahal, beraktivitas ringan saja terkadang langsung memicu ngos-ngosan luar biasa. Kondisi seperti ini sangat penting Anda waspadai. Biasanya, sebagian besar masyarakat awam hanya menganggap hal tersebut sebagai sisa kelelahan biasa. Sebetulnya, ada masalah medis nyata di baliknya.
Secara medis, kondisi tersebut bernama Post-Tuberculosis Lung Disease atau PTLD. Ketika Anda sembuh dari TB, proses peradangan hebat di dalam tubuh sering meninggalkan jejak permanen. Akibatnya, terbentuklah jaringan parut atau fibrosis yang membuat organ pernapasan tidak lagi elastis. Bahkan, saluran udara bisa mengalami kerusakan menetap atau bronkiektasis. Risiko ini akan menjadi semakin besar bila Anda menunda pengobatan sejak awal gejala muncul. Perokok aktif juga sangat rentan mengalami kerusakan napas lebih parah meskipun mereka sudah sembuh dari TB.
Gejala utamanya sangat mudah dikenali. Pasien kerap batuk berulang hingga napas berbunyi saat malam hari. Terkadang, Anda juga merasakan sesak berat saat mencoba naik tangga atau sekadar jalan cepat keliling rumah. Supaya keluhan tidak makin parah, Anda bisa melakukan tindakan penanganan awal secara disiplin. Mulailah dengan menjauhi paparan asap rokok sepenuhnya setiap waktu. Gunakan selalu masker saat udara luar sedang kotor agar saluran napas tetap bersih bebas iritasi. Selanjutnya, cobalah melatih fisik Anda secara perlahan lewat olahraga ringan seperti jalan santai pagi hari. Pastinya, berbagai langkah sederhana ini sangat membantu menjaga sisa fungsi paru Anda walau sudah sembuh dari TB.
Terkadang, upaya pemulihan mandiri di rumah tidaklah cukup. Anda harus segera menemui dokter spesialis bila rasa sesak justru makin menyiksa. Apalagi kalau berat badan terus turun secara drastis atau batuk mulai mengeluarkan darah segar. Memang, banyak kasus membutuhkan terapi medis khusus setelah sembuh dari TB. Contohnya, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan spirometri untuk mengecek kapasitas udara atau rontgen dada. Terkadang, dokter juga meresepkan inhaler untuk membuka jalan udara yang terlanjur menyempit. Tentunya, pemakaian alat ini sangat membutuhkan panduan tenaga kesehatan agar khasiatnya optimal.
Pastikan Anda langsung mendapatkan evaluasi kesehatan menyeluruh saat berbagai keluhan menetap meski telah sembuh dari TB. Jangan biarkan penurunan kualitas hidup ini berlarut lama. Segera jadwalkan konsultasi medis bersama spesialis kami di Columbia Asia Hospital.