Pernah merasa pegal atau linu yang tak kunjung hilang meski sudah beristirahat? Kita sering kali menganggap remeh rasa nyeri di lengan, punggung, atau kaki sebagai akibat dari kelelahan bekerja atau olahraga ringan. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri yang terus-menerus ini bisa jadi merupakan alarm tubuh untuk kondisi yang lebih serius, seperti kanker tulang?
Kanker tulang terjadi ketika ada pertumbuhan sel tidak normal yang merusak jaringan tulang sehat. Kondisi ini bisa berawal langsung dari tulang itu sendiri, atau merupakan penyebaran dari kanker di organ lain. Walaupun penyebab pastinya masih terus diteliti, faktor keturunan (genetik) dan riwayat paparan radiasi tinggi sering menjadi faktor risiko utamanya.
Perbedaan utama pegal biasa dengan kanker tulang ada pada pola nyerinya. Nyeri akibat kanker tulang umumnya memiliki ciri khusus yang perlu diwaspadai:
- Nyeri memburuk di malam hari atau saat Anda sedang beristirahat total.
- Tidak kunjung mereda meskipun Anda sudah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas.
- Muncul pembengkakan atau benjolan di area tulang yang sakit.
- Tulang menjadi sangat rapuh, sehingga mudah retak atau patah (fraktur) hanya karena cedera atau benturan ringan.
- Penurunan BB signifikan dalam jangka waktu yang pendek
Kanker tulang memang sulit dicegah sepenuhnya, namun deteksi dini adalah kunci keselamatan. Jika Anda merasakan nyeri, langkah penanganan awal di rumah adalah dengan mengistirahatkan area tersebut, melakukan kompres, dan menghindari angkat beban berat.
Lalu, kapan harus curiga? Jika nyeri otot biasa, keluhan akan hilang dalam hitungan hari. Namun, segeralah periksakan diri ke dokter apabila nyeri bertahan lebih dari dua minggu, membuat Anda terbangun dari tidur nyenyak, atau disertai penurunan berat badan yang tidak wajar tanpa sebab.
Jangan biarkan rasa sakit mengambil alih kualitas hidup Anda dan menebak-nebak kondisi kesehatan sendiri. Jika Anda mengalami gejala di atas, segera jadwalkan konsultasi dengan tim dokter spesialis ortopedi di Columbia Asia Hospital.
Telah ditinjau oleh: dr. Vincent Selamat, Sp.O.T