Artikel

Niatnya Istirahat Malah Dapat Sakit, Ini Kesalahan Sepele Saat Tidur yang Merusak Leher Anda

Sering bangun tidur bukannya merasa segar, tapi leher justru terasa kaku, pegal, dan nyeri saat digerakkan? Masyarakat kita sering menyebutnya dengan istilah “salah bantal”. Faktanya, ungkapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Bantal yang Anda gunakan setiap malam memang memegang peran yang sangat besar dalam kesehatan tulang leher belakang Anda. Mengingat kita menghabiskan sepertiga waktu hidup untuk tidur, penyangga kepala yang kurang tepat perlahan bisa menjadi penyebab nyeri leher kronis yang sangat mengganggu produktivitas.

Nyeri leher dikenal dengan sebutan Cervicalgia. Kondisi ini paling sering dipicu oleh hilangnya kelengkungan alami tulang leher saat kita tertidur. Ketika bantal Anda terlalu tinggi atau bahkan terlalu keras, sendi dan jaringan otot di sekitar leher akan terus-menerus menegang untuk menjaga posisi kepala. Gejala yang patut Anda waspadai tidak hanya sebatas rasa kaku. Ketegangan ini bisa memicu nyeri berdenyut yang menjalar ke bahu, rasa pegal yang dalam, hingga memicu sakit kepala tegang (tension headache) di bagian belakang kepala.

Lalu, bagaimana langkah penanganan awal dan pencegahannya? Cobalah periksa kembali tempat tidur Anda. Pilihlah bantal yang tipis dan ergonomis yang bisa menyokong celah antara leher dan kasur dengan tidak empuk. Sebisa mungkin, tidurlah dalam posisi telentang atau menyamping. Hindari tidur tengkurap karena posisi ini memaksa leher Anda berputar ke satu sisi dalam sudut yang ekstrem selama berjam-jam. Jika leher telanjur kaku, Anda bisa mengompres hangat area yang nyeri selama 15-20 menit dan melakukan peregangan leher secara perlahan di pagi hari.

Meskipun terlihat sepele, ada kalanya keluhan ini membutuhkan bantuan medis profesional. Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila nyeri leher tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, atau jika rasa nyeri tersebut disertai dengan sensasi kesemutan, mati rasa yang menjalar hingga ke lengan, serta kelemahan pada otot tangan. Ini merupakan sinyal tubuh bahwa mungkin ada saraf yang tertekan/saraf terjepit. Jangan biarkan nyeri leher kronis merampas kualitas hidup Anda. Jika keluhan terus berlanjut, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis Ortopedi atau Saraf di Columbia Asia Hospital.

Telah ditinjau oleh: Dr. dr. Ana Fresia, M.Ked(Neu), Sp.S