Pernahkah Anda merasakan sensasi bergetar atau merinding saat mendengarkan bagian lagu tertentu? Bahkan, banyak orang Indonesia mengira ini adalah hal mistis. Padahal, fenomena ini murni respons saraf tubuh yang disebut frisson.
Secara medis, kondisi merinding dengar musik terjadi akibat lonjakan emosi yang kuat. Sebab, otak memproses melodi sebagai sebuah antisipasi mendebarkan.
Saat nada puncak lagu terdengar, area otak bernama nukleus akumbens langsung aktif. Saraf kemudian melepaskan hormon dopamin yang menciptakan rasa bahagia. Makanya, studi dalam Frontiers in Neuroscience (2024) menegaskan aliran dopamin memicu reaksi fisik ini.
Sayangnya, tidak semua orang bisa merasakan getaran estetis ini. Riset dari American Academy of Neurology (2025) menunjukkan fakta unik. Ternyata, individu yang sering merinding dengar musik memiliki volume serat saraf lebih padat. Jaringan tersebut menghubungkan korteks auditori dengan pemrosesan emosi secara efisien.
Fenomena unik ini menjadi indikator bahwa fungsi kognitif Anda bekerja sangat baik. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2024) dalam panduan Brain Health turut menyatakan hal serupa. Respons emosional terhadap stimulasi sensorik menandakan konektivitas otak yang sehat.
Jadi, hilangnya sensasi merinding dengar musik secara mendadak bisa menjadi alarm awal. Penurunan respons emosi terkadang berkaitan erat dengan gejala kelelahan mental kronis. Lalu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri jika keluhan ini disertai pusing berputar. Sebab, kesemutan konstan pada tangan juga memerlukan perhatian serius dari medis. Gejala tersebut membutuhkan pemeriksaan neurologis menyeluruh oleh ahlinya.
Maka, jangan abaikan perubahan kecil pada respons tubuh Anda. Segera jadwalkan konsultasi di Columbia Asia Hospital untuk pemeriksaan saraf terbaik. Langkah ini sangat penting demi menjaga kualitas hidup Anda tetap optimal.

Direview oleh