Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menyerang leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Namun, dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebab, gejala, dan langkah pencegahan, risiko kanker serviks dapat diminimalkan.
Penyebab Kanker Serviks
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Virus ini ditularkan melalui kontak seksual dan memiliki lebih dari 100 jenis. Dari semua jenis HPV, tipe 16 dan 18 merupakan penyebab mayoritas kasus kanker serviks.
Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks meliputi:
Aktivitas seksual di usia muda
Risiko infeksi HPV meningkat jika seseorang mulai aktif secara seksual di usia muda.Berganti-ganti pasangan seksual
Pola ini meningkatkan kemungkinan paparan virus HPV.Merokok
Kandungan zat kimia dalam rokok dapat merusak DNA sel serviks.Sistem imun yang lemah
Kondisi seperti HIV/AIDS dapat meningkatkan risiko infeksi HPV yang persisten.Riwayat keluarga
Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker serviks juga dapat meningkatkan risiko.
Gejala Kanker Serviks
Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala. Itulah mengapa deteksi dini sangat penting. Namun, gejala berikut dapat muncul pada tahap yang lebih lanjut:
- Perdarahan vagina yang tidak normal, seperti di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause.
- Keputihan yang tidak biasa, berwarna cokelat atau bercampur darah, dan memiliki bau yang tidak sedap.
- Nyeri panggul atau rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.
- Kesulitan buang air kecil akibat tekanan tumor pada saluran kemih.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Langkah Pencegahan Kanker Serviks
Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:
Vaksinasi HPV
Vaksin HPV merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus penyebab kanker serviks. Vaksin ini direkomendasikan untuk anak perempuan dan laki-laki mulai usia 9 hingga 26 tahun, tetapi juga bermanfaat bagi orang dewasa yang belum divaksinasi.Deteksi Dini dengan Pap Smear dan IVA
Pemeriksaan Pap smear dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) adalah metode yang efektif untuk mendeteksi perubahan sel serviks sebelum berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter.Praktik Seks yang Aman
Menggunakan kondom dan menjaga kesetiaan pada satu pasangan dapat mengurangi risiko infeksi HPV.Hindari Merokok
Berhenti merokok tidak hanya baik untuk kesehatan secara umum, tetapi juga dapat menurunkan risiko kanker serviks.Konsumsi Makanan Sehat
Pola makan yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan infeksi.
Kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini. Memahami penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya adalah kunci utama untuk melindungi kesehatan perempuan dari ancaman penyakit ini.
Jangan abaikan vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin, karena langkah kecil ini dapat menyelamatkan nyawa. Jika terjadi keluhan lanjutan segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: