Kaki bengkak atau edema adalah kondisi umum yang dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume darah dan cairan tubuh yang diperlukan untuk mendukung kehamilan.
Meskipun sering kali tidak berbahaya, kaki bengkak dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membatasi aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa pendekatan ortopedi yang efektif untuk mengatasi kaki bengkak selama kehamilan.
1. Pahami Penyebab Kaki Bengkak
Kaki bengkak pada ibu hamil biasanya terjadi akibat:
Retensi Cairan
Tubuh memproduksi lebih banyak cairan selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin.Tekanan pada Pembuluh Darah
Rahim yang membesar dapat menekan vena cava inferior, pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung, sehingga menyebabkan pembengkakan.Perubahan Hormon
Hormon progesteron dapat membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga aliran darah menjadi lebih lambat.
2. Rekomendasi Ortopedi untuk Mengurangi Pembengkakan
Pendekatan ortopedi menekankan pentingnya mengelola postur tubuh dan tekanan pada kaki untuk meminimalkan bengkak. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:
a. Tinggikan Kaki Secara Berkala
Ketika duduk atau beristirahat, posisikan kaki lebih tinggi dari jantung. Hal ini membantu meningkatkan aliran darah kembali ke jantung dan mengurangi akumulasi cairan di kaki. Gunakan bantal untuk menopang kaki saat berbaring.
b. Gunakan Alas Kaki yang Tepat
Hindari sepatu hak tinggi dan pilih alas kaki dengan dukungan yang baik, sol empuk, dan ruang yang cukup untuk kaki yang mungkin membengkak. Sepatu dengan sol anti-selip juga membantu mencegah risiko jatuh.
c. Lakukan Peregangan Ringan
Aktivitas seperti berjalan kaki singkat atau latihan peregangan kaki dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah. Ortopedi sering merekomendasikan latihan seperti memutar pergelangan kaki atau menggerakkan jari kaki untuk mencegah kram dan bengkak.
d. Gunakan Kompresi
Kaos kaki kompresi dapat membantu mendorong aliran darah dan mencegah akumulasi cairan di kaki. Pastikan memilih kaos kaki yang nyaman dan sesuai ukuran untuk efek maksimal.
3. Perubahan Gaya Hidup untuk Mendukung Kesehatan Kaki
Selain langkah-langkah ortopedi, beberapa perubahan gaya hidup sederhana juga dapat membantu:
a. Perbanyak Konsumsi Air Putih
Minum air putih dalam jumlah cukup membantu tubuh mengurangi retensi cairan. Hindari minuman berkafein atau tinggi garam yang dapat memperburuk pembengkakan.
b. Hindari Duduk atau Berdiri Terlalu Lama
Jika pekerjaan atau aktivitas mengharuskan ibu hamil duduk atau berdiri dalam waktu lama, usahakan untuk sering berganti posisi atau berjalan-jalan singkat setiap 30 menit.
c. Konsumsi Makanan Kaya Kalium
Makanan seperti pisang, alpukat, dan bayam membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
4. Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun kaki bengkak pada kehamilan biasanya normal, ada beberapa tanda yang memerlukan perhatian medis, seperti:
- Pembengkakan yang terjadi hanya pada satu kaki.
- Nyeri atau kemerahan pada kaki.
- Pembengkakan mendadak atau ekstrem yang disertai dengan sakit kepala atau penglihatan kabur.
Kaki bengkak selama kehamilan adalah kondisi yang umum, tetapi dapat dikelola dengan pendekatan ortopedi dan gaya hidup sehat. Dengan mengangkat kaki, menggunakan alas kaki yang nyaman, dan menjaga hidrasi, ibu hamil dapat mengurangi ketidaknyamanan.
Jika pembengkakan menjadi parah atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: