Menyusui adalah momen istimewa yang membangun ikatan emosional antara ibu dan bayi. Namun, aktivitas ini sering kali menimbulkan tantangan fisik bagi ibu, terutama dalam bentuk gangguan ortopedi seperti nyeri punggung, bahu, leher, dan pergelangan tangan.
Gangguan ini biasanya disebabkan oleh postur tubuh yang kurang ideal saat menyusui, durasi menyusui yang panjang, atau beban tambahan dari menggendong bayi. Berikut ini adalah tips dan trik yang dapat membantu ibu menyusui mengatasi gangguan ortopedi dan menjaga kesehatan fisik selama masa menyusui.
1. Perhatikan Posisi Menyusui yang Benar
Postur tubuh yang baik sangat penting untuk mencegah nyeri otot dan sendi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Dukungan untuk Punggung
Gunakan kursi dengan sandaran yang kokoh untuk mendukung punggung Anda. Pastikan kaki Anda menapak di lantai atau menggunakan sandaran kaki.Bantal Menyusui
Gunakan bantal menyusui untuk mendukung bayi sehingga Anda tidak perlu membungkuk. Hal ini membantu mengurangi tekanan pada punggung, bahu, dan leher.Variasi Posisi
Cobalah beberapa posisi menyusui seperti posisi cradle hold, football hold, atau side-lying untuk menemukan yang paling nyaman bagi Anda.
2. Lakukan Peregangan dan Latihan Ringan
Aktivitas menyusui yang berulang-ulang dapat menyebabkan ketegangan pada otot. Melakukan peregangan sederhana dan latihan ringan dapat membantu:
Peregangan Leher dan Bahu
Miringkan kepala ke kanan dan kiri secara perlahan untuk melepaskan ketegangan pada leher.Latihan Punggung Atas
Genggam kedua tangan di belakang tubuh, tarik perlahan ke bawah untuk membuka dada dan merilekskan otot bahu.Penguatan Core
Latihan penguatan otot inti, seperti plank atau bridge pose, dapat membantu menjaga stabilitas tubuh.
3. Gunakan Teknik Ergonomis
Penting untuk memahami cara ergonomis dalam menggendong dan menyusui bayi untuk mengurangi beban pada tubuh:
Jaga Bayi Dekat dengan Tubuh Anda
Hindari menjulurkan lengan terlalu jauh saat menggendong bayi. Gunakan kedua tangan untuk distribusi beban yang seimbang.Gunakan Gendongan yang Tepat
Pilih gendongan bayi dengan desain ergonomis yang mendukung punggung bayi sekaligus meminimalkan tekanan pada bahu Anda.
4. Perhatikan Durasi dan Frekuensi Menyusui
Menyusui selama durasi yang terlalu lama dalam satu posisi dapat menyebabkan ketegangan otot. Untuk menghindarinya:
- Beristirahatlah di antara sesi menyusui untuk meregangkan tubuh.
- Berganti posisi secara teratur untuk mencegah tekanan berlebihan pada satu area tubuh.
5. Terapkan Terapi Panas dan Dingin
Jika Anda mengalami nyeri pada otot atau sendi, gunakan terapi panas atau dingin untuk meredakan ketidaknyamanan:
Kompres Panas
Gunakan handuk hangat untuk merelaksasi otot yang tegang.Kompres Dingin
Tempelkan kompres dingin pada area yang nyeri untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan.
6. Gunakan Peralatan Pendukung
Selain bantal menyusui, peralatan seperti penyangga pergelangan tangan dapat membantu mengurangi nyeri akibat repetisi gerakan atau tekanan berlebih pada sendi. Penyangga ini terutama berguna bagi ibu yang mengalami sindrom de Quervain, suatu kondisi yang umum terjadi pada ibu menyusui akibat gerakan repetitif.
7. Jangan Abaikan Sinyal Tubuh
Tubuh Anda memberikan tanda ketika ada masalah. Jika Anda merasa nyeri yang berkelanjutan atau memburuk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Fisioterapis atau ahli ortopedi dapat membantu dengan teknik perawatan seperti terapi manual atau latihan rehabilitasi yang sesuai.
Menyusui adalah pengalaman yang penuh makna, tetapi tantangan fisik seperti gangguan ortopedi tidak boleh diabaikan. Dengan menerapkan posisi yang benar, menjaga postur tubuh, melakukan latihan ringan, dan memanfaatkan peralatan pendukung, ibu menyusui dapat mengurangi risiko gangguan ortopedi dan menjaga kesehatan fisik mereka.
Jaga kesehatan Anda, karena kesehatan ibu adalah kunci untuk merawat buah hati dengan optimal. Jika terjadi keluhan lanjutan segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: