Angioplasti adalah prosedur medis yang umum digunakan untuk mengobati penyakit jantung koroner, yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyumbatan atau penyempitan signifikan.
Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otot jantung, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan nyeri dada (angina), sesak nafas, atau bahkan serangan jantung.
Prosedur angioplasti bertujuan untuk memperbaiki aliran darah yang terganggu tersebut dengan menggunakan balon kecil yang dikembangkan di dalam pembuluh darah untuk membuka penyumbatan, sering kali disertai dengan pemasangan stent untuk memastikan pembuluh darah tetap terbuka dan aliran darah kembali lancar. Prosedur ini bertujuan untuk memulihkan aliran darah yang sehat ke jantung.
Indikasi Angioplasti
Angioplasti biasanya direkomendasikan bagi pasien yang mengalami:
- Angina (nyeri dada) yang tidak merespon dengan baik terhadap obat-obatan.
- Penyumbatan atau penyempitan yang signifikan pada satu atau lebih pembuluh darah koroner.
- Serangan jantung yang memerlukan pemulihan aliran darah segera.
Persiapan Sebelum Prosedur
Sebelum menjalani angioplasti, pasien akan menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan untuk memastikan mereka adalah kandidat yang tepat untuk prosedur ini. Langkah-langkah persiapan meliputi:
Riwayat Medis dan Pemeriksaan Fisik:
Dokter akan mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik.Tes Darah:
Untuk memeriksa fungsi ginjal dan darah.Elektrokardiogram (EKG):
Untuk memeriksa aktivitas listrik jantung.Angiografi Koroner:
Prosedur pencitraan untuk melihat kondisi pembuluh darah koroner.
Pasien juga harus mengikuti instruksi khusus dari dokter, seperti berpuasa beberapa jam sebelum prosedur dan menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu.
Proses Pelaksanaan Angioplasti
Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga 2 jam, tergantung pada kompleksitas kasus. Prosedur angioplasti dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Anestesi Lokal:
Pasien akan diberikan anestesi lokal di area selangkangan atau pergelangan tangan.Penyisipan Kateter:
Dokter akan memasukkan kateter melalui arteri di selangkangan atau pergelangan tangan menuju pembuluh darah koroner yang tersumbat.Inflasi Balon:
Balon kecil di ujung kateter akan dikembangkan di area yang tersumbat untuk memperlebar pembuluh darah.Pemasangan Stent:
Jika diperlukan, stent akan ditempatkan di area yang terbuka untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
Pemulihan Setelah Prosedur
Pasien biasanya bisa pulang dalam waktu satu hingga dua hari setelah prosedur, tergantung pada kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan. Setelah angioplasti, pasien akan dipantau di ruang pemulihan selama beberapa jam. Langkah-langkah pemulihan meliputi:
Istirahat:
Pasien dianjurkan untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat selama beberapa hari.Pemantauan Kondisi:
Tekanan darah, denyut jantung, dan tempat penyisipan kateter akan dipantau.Minum Obat:
Pasien mungkin akan diberikan obat untuk mencegah pembekuan darah dan mengelola gejala lainnya.
Risiko dan Komplikasi
Meskipun angioplasti umumnya aman, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti:
- Pendarahan di lokasi penyisipan kateter
- Infeksi
- Reaksi alergi terhadap bahan kontras yang digunakan selama angiografi
- Pembentukan bekuan darah di stent
- Penyempitan kembali pembuluh darah (restenosis)
Angioplasti adalah prosedur efektif yang dapat mengembalikan aliran darah ke jantung dan mengurangi gejala penyakit jantung koroner. Dengan memahami persiapan, proses pelaksanaan, dan pemulihan setelah angioplasti, pasien dapat merasa lebih siap dan percaya diri dalam menjalani prosedur ini.
Konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional di Rumah Sakit Columbia Asia untuk mendapat informasi lebih lanjut dan penilaian kondisi kesehatan Anda sebelum menjalani angioplasti.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai angioplasti, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: