Tren diet intermittent fasting sangat populer di kalangan Gen Z karena ampuh menurunkan berat badan. Sayangnya, metode puasa berkala ini menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan pemilik lambung sensitif.
Saat Anda mengosongkan perut dalam waktu lama, sekresi asam lambung tetap berproduksi secara normal. Kondisi lambung yang kosong tanpa makanan menyebabkan cairan asam mengiritasi dinding mukosa pencernaan. Akibatnya, penderita gangguan dispepsia atau sakit maag kronis sangat rentan mengalami kekambuhan gejala nyeri ulu hati.
Riset terbaru American Gastroenterological Association (AGA) tahun 2024 membuktikan adanya perubahan motilitas gastrointestinal akibat puasa ekstrem. Pola ini melemahkan fungsi katup kerongkongan bawah sehingga memicu penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Gejala gangguan ini biasanya berupa rasa terbakar di dada yang sangat mengganggu kenyamanan.
Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi saat waktu makan tiba. Makanan berminyak memperlambat proses pencernaan serta merangsang peningkatan asam lambung secara drastis. Konsumsi protein rendah lemak menjadi pilihan terbaik Anda.
Cukupi kebutuhan air putih selama jendela puasa. Air berfungsi mengencerkan zat asam di lambung. Studi dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology (2026) menyebutkan hidrasi optimal melindungi lapisan lambung dari iritasi akut.
Segera temui dokter ahli kami apabila gejala nyeri lambung menetap lebih dari dua minggu. Jangan tunda pemeriksaan jika muncul mual hebat atau penurunan berat badan drastis tanpa sebab. Silakan kunjungi Columbia Asia Hospital untuk mendapatkan evaluasi medis komprehensif. Dokter spesialis kami siap menyusun program diet yang ramah bagi pencernaan lambung Anda.

Direview oleh