Thalasemia merupakan salah satu kelainan darah bawaan yang paling sering ditemui pada anak di Indonesia. Meski bersifat kronis dan membutuhkan perawatan jangka panjang, dengan edukasi yang tepat dan penanganan teratur, anak dengan thalasemia tetap bisa menikmati kualitas hidup yang baik.
Tubuh anak penderita thalasemia mengalami gangguan pembentukan hemoglobin, yakni protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, sel darah merah lebih cepat rusak, memicu anemia kronis, dan tubuh terus-menerus kekurangan oksigen. Hal inilah yang membuat anak terlihat pucat, mudah lelah, dan mengalami hambatan pertumbuhan.
Jenis Thalasemia dan Dampaknya
- Minor (Pembawa Sifat): Sering kali tanpa gejala dan anak tampak sehat. Namun, penting untuk diketahui sebagai persiapan perencanaan keluarga kelak.
- Intermedia: Menimbulkan anemia sedang dan terkadang membutuhkan transfusi darah.
- Mayor: Gejalanya sudah muncul sejak usia dini, mewajibkan transfusi darah rutin seumur hidup, dan butuh pengawasan medis yang ketat.
Gejala dan Diagnosis Medis
Tanda-tanda awal yang patut diwaspadai orang tua meliputi:
- Wajah pucat.
- Anak kurang aktif.
- Tumbuh kembang terhambat.
- Pembesaran perut (akibat bengkaknya hati dan limpa).
- Perubahan bentuk tulang wajah.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tes darah lengkap, pemeriksaan kadar hemoglobin (Elektroforesis/HPLC), dan tes genetik.
Pencegahan dan Prinsip Penanganan
Thalasemia berat bisa dicegah melalui:
- Skrining pranikah.
- Tes darah pasangan.
- dan konseling genetik.
Bagi anak yang terdiagnosis, fokus utama adalah menjaga kadar hemoglobin ≥9gr/dl melalui transfusi darah rutin, terapi kelasi besi (mencegah penumpukan zat besi), pemantauan organ, hingga opsi transplantasi sumsum tulang.
Penanganan thalasemia membutuhkan layanan medis yang konsisten. Columbia Asia Hospital Medan menyediakan perawatan komprehensif oleh dokter spesialis anak. Untuk mendukung kelancaran terapi, rumah sakit ini dilengkapi Bank Darah Internal yang dikelola profesional. Fasilitas ini menjamin ketersediaan darah yang aman, higienis, dan sesuai golongan, serta siap merespons cepat situasi transfusi mendesak sehingga pasien tidak terkendala kelangkaan stok.
Dukungan keluarga memegang peranan vital. Anak membutuhkan lingkungan yang suportif agar mereka tetap bisa bersekolah normal, didukung kepatuhan orang tua pada jadwal terapi. Thalasemia bukanlah akhir segalanya; melalui deteksi dini, pengobatan terintegrasi, dan dukungan penuh, anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.