Pernahkah Anda merasa seperti terjatuh lalu tersentak kaget tepat saat mata baru terpejam? Sensasi aneh ini sangat lumrah terjadi. Kondisi medisnya bernama hypnic jerk. Walaupun wajar, Anda tetap perlu mengenali penyebabnya secara medis.
Hypnic jerk merupakan kedutan otot involunter yang spontan. Sentakan ini muncul saat tubuh bertransisi dari sadar menuju fase lelap. Bahkan, National Sleep Foundation mencatat sebanyak hampir 70 persen individu pernah mengalami hypnic jerk.
Saat Anda mulai tertidur, sistem saraf perlahan menurunkan suhu tubuh. Selanjutnya, otot-otot tubuh Anda menjadi jauh lebih rileks. Kadang kala, otak salah mengartikan relaksasi otot ini sebagai tanda tubuh sedang terjatuh bebas. Akibatnya, otak refleks mengirim sinyal kejut ke otot untuk menegang.
Faktanya, kebiasaan harian memengaruhi frekuensi sentakan ini. Meminum kopi terlalu malam jelas memicu overstimulasi saraf. Sementara itu, stres berlebih membuat otak kesulitan bersantai maksimal. Mayo Clinic menyoroti kelelahan ekstrem sebagai pemicu kontraksi otot tiba-tiba ini.
Anda tentu bisa mengurangi risiko tersentak dengan cara memperbaiki rutinitas harian.Pertama, hindari asupan kafein setidaknya enam jam penuh sebelum waktu istirahat. Kemudian, lakukan relaksasi ringan seperti meditasi. Jauhkan gadget supaya otak benar-benar beristirahat dari paparan sinar cahaya biru yang mengganggu.
Umumnya, sentakan tidur ini tidak membahayakan nyawa. Walaupun demikian, intensitas yang terlalu sering patut dicurigai. American Academy of Sleep Medicine mengingatkan bahwa myoclonus berlebihan bisa mengindikasikan gangguan saraf spesifik.
Maka dari itu, jadwalkan konsultasi medis jika sentakan ini terus mengganggu istirahat. Dokter spesialis saraf kami di Columbia Asia Hospital siap mendiagnosis keluhan Anda. Fasilitas modern kami jelas mendukung evaluasi komprehensif demi mengembalikan kualitas tidur pulas. Kunjungi Columbia Asia Hospital sekarang juga!