Banyak obrolan beredar luas soal pil KB, ada pihak yang bilang bikin gemuk dan ada juga yang sangat percaya pil ini ampuh menangkal kanker ovarium. Kanker ovarium sering muncul tiba tiba tanpa peringatan awal, sel abnormal tumbuh sangat ganas pada indung telur. Kondisi ini sangat mengancam nyawa karena sel kanker berkembang cepat saat kita lengah.
Faktor usia dan genetik memicu kuat pertumbuhan sel kanker ini. Wanita yang belum pernah hamil juga memiliki risiko lebih tinggi. Perut kembung terus menerus sering menjadi pertanda awal yang menipu. Anda mungkin merasakan nyeri panggul yang tajam. Nafsu makan menurun drastis. Siklus haid menjadi sangat berantakan. Jangan abaikan perut yang terasa penuh padahal Anda baru makan sedikit. Gejala ini mirip masuk angin biasa sehingga banyak wanita terlambat menyadarinya.
Lalu apa hubungannya dengan KB hormonal. Pil ini menghentikan proses pelepasan sel telur atau ovulasi. National Cancer Institute Amerika Serikat mencatat fakta medis bahwa wanita yang rutin minum pil KB selama minimal lima tahun berturut turut memiliki risiko kanker ovarium yang jauh lebih rendah. Efek perlindungan ini bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun setelah Anda berhenti minum pil tersebut. Ovulasi yang jarang terjadi membuat indung telur beristirahat lebih panjang. Proses istirahat ini sangat efektif mengurangi peradangan sel. Risiko mutasi sel pembentuk bibit kanker otomatis ikut turun drastis. Sel telur yang tidak pecah secara rutin mencegah luka berulang pada jaringan ovarium.
Langkah pencegahan utama bermula murni dari gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal Anda setiap saat. Kenali riwayat kesehatan keluarga Anda sedini mungkin. Bila ibu atau saudara perempuan memiliki riwayat kanker ini segera sampaikan ke dokter. Jangan menunggu sampai perut terasa sakit luar biasa. Jika perut kembung atau nyeri panggul menetap lebih dari dua minggu maka segera temui dokter spesialis kandungan. Tubuh Anda sedang mengirimkan sinyal bahaya yang butuh di respon dengan cepat.
Setiap tubuh wanita memiliki kondisi genetik dan hormon yang sangat berbeda. Jadwalkan sesi konsultasi santai dengan tim dokter spesialis Columbia Asia Hospital. Tim medis kami siap membantu Anda memilih perlindungan terbaik sesuai riwayat kesehatan Anda.
Artikel ini Telah Ditinjau oleh: dr. T Amru Umara, Sp.OG