Apakah Anda wajib ngopi setiap pagi supaya bisa berpikir jernih? Berhati-hatilah. Kebiasaan minum es kopi susu kekinian memang nikmat. Mesti diwaspadai, efek kafein berlebihan sangat nyata bagi sistem saraf Anda.Kopi membuat Anda melek karena zat ini memblokir reseptor adenosin.
Adenosin adalah zat kimia alami pembawa rasa kantuk. Lama-kelamaan, otak merespons dengan menambah jumlah reseptor adenosin baru. Akibatnya, Anda butuh dosis kopi lebih tinggi untuk mendapat rasa segar. Kondisi ini kita sebut toleransi kafein.
Food and Drug Administration (FDA) menyarankan batas aman maksimal 400 miligram per hari, setara empat cangkir kopi. Mengonsumsi lebih dari angka tersebut otomatis memicu efek kafein berlebihan.
Saat Anda tiba-tiba berhenti ngopi, lautan adenosin langsung menyerbu otak. Timbullah withdrawal syndrome. Gejalanya meliputi sakit kepala berdenyut, gampang marah, badan lemas, hingga sulit fokus bekerja. American Psychiatric Association secara resmi memasukkan sindrom putus zat ini ke dalam panduan DSM-5 sebagai gangguan medis nyata.
Kurangi asupan kopi Anda secara bertahap setiap harinya. Lalu, ganti minuman pagi Anda dengan teh hijau hangat. Pastikan Anda selalu tidur cukup setiap malam. Sebab, tidur teratur membantu tubuh memulihkan fungsi saraf Anda. Bahkan, olahraga rutin terbukti ampuh mengusir rasa kantuk pagi hari.
Bila efek kafein berlebihan membuat dada berdebar kencang, tremor hebat, atau sakit kepala kronis, segeralah bertindak cepat. Pemeriksaan medis mendalam sangat diperlukan saat ini. Jadi, jangan biarkan produktivitas harian Anda hancur total. Segera konsultasikan kondisi klinis Anda bersama dokter spesialis saraf kami di Columbia Asia Hospital. Tim medis kami siap mengevaluasi kesehatan saraf Anda. Jadwalkan kunjungan Anda hari ini supaya otak kembali bugar tanpa ketergantungan secangkir kopi!