Kebiasaan maraton serial TV atau bekerja depan laptop seharian membuat banyak orang sering duduk terlalu lama. Kebiasaan ini sangat umum terjadi pada era digital saat ini. Sebenarnya, diam tanpa aktivitas fisik dalam durasi panjang sangat berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Masalah utamanya sangat erat kaitannya dengan sistem saraf Anda.
Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2024 mengenai pedoman aktivitas fisik, perilaku sedenter atau kurang gerak meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal (otot dan tulang) secara drastis. Memang, duduk terlalu lama tidak langsung memicu kerusakan saraf dalam hitungan jam. Efek buruknya bersifat kronis dan multifaktorial. Akibatnya baru terasa dalam jangka panjang, seperti memicu ketegangan otot kronis hingga meningkatkan risiko saraf terjepit. Jurnal medis The Lancet Neurology (2025) bahkan memperingatkan bahwa postur statis berkepanjangan menjadi pemicu utama nyeri neuropatik (kerusakan saraf tepi) pada kelompok usia produktif.
Gejala klinis akibat duduk terlalu lama sering bermula dari gangguan postur ringan. Awalnya, Anda mungkin sekadar merasakan nyeri leher dan bahu yang kaku. Lalu, keluhan bergeser menjadi nyeri punggung bawah yang mengganggu rutinitas. Sering kali, kesemutan atau rasa kebas menjalar di area lengan maupun tungkai. Sakit kepala tegang juga kerap muncul bersamaan dengan rasa tidak nyaman pada sekujur tubuh.
Untungnya, keluhan semacam ini bisa membaik lewat perubahan kebiasaan harian. Langkah paling efektif memangkas efek negatif duduk terlalu lama adalah rutin beraktivitas fisik. Pertama, biasakan berdiri lalu bergerak setiap 30 hingga 60 menit. Selanjutnya, luangkan waktu untuk peregangan ringan pada area leher, bahu, dan punggung. Pastikan selalu menjaga postur tubuh tetap ergonomis saat bekerja. Perbanyak juga target jalan kaki harian Anda guna mendukung kelancaran sirkulasi darah menuju saraf tepi.
Meskipun begitu, beberapa kondisi tertentu membutuhkan perhatian ekstra. Apabila nyeri leher dan punggung terasa sangat hebat, Anda patut waspada. Begitu pula saat kesemutan terus berulang atau anggota gerak mendadak terasa lemah. Kondisi ini jelas memerlukan evaluasi medis lanjutan.
Columbia Asia Hospital Medan menyediakan layanan konsultasi neurologi terpadu untuk Anda. Tim dokter spesialis kami siap melakukan pemeriksaan mendalam. Fasilitas medis kami didukung teknologi ENMG (Elektroneuromiografi) terdepan guna memeriksa fungsi saraf tepi secara presisi. Jangan biarkan kebiasaan duduk terlalu lama merenggut kenyamanan hidup Anda. Segera jadwalkan konsultasi Anda di Columbia Asia Hospital sekarang juga!
