Kanker payudara merupakan penyakit berbahaya yang terjadi ketika sel-sel di dalam jaringan payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Kanker ini cukup kompleks karena memiliki banyak jenis dengan karakteristik dan cara penanganan yang berbeda-beda. Di seluruh dunia, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling sering dialami oleh wanita dan masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian akibat kanker pada perempuan.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kanker payudara mendominasi kasus kanker pada wanita secara global. Kondisi di Indonesia pun serupa. Kanker payudara menempati posisi pertama dengan menyumbang sekitar 19,2% dari total seluruh kasus kanker. Data dari Kementerian Kesehatan RI bahkan mencatat ada sekitar 68.858 kasus baru setiap tahunnya.
Meskipun bisa menyerang berbagai kelompok usia, kanker ini jauh lebih sering ditemukan pada wanita. Semakin bertambahnya usia, risiko seseorang terkena kanker payudara juga akan semakin tinggi. Namun, tidak jarang pula kasus ini ditemukan pada perempuan yang usianya masih di bawah 50 tahun. Secara umum, faktor risiko kanker payudara dibagi menjadi dua kategori utama.
Faktor Risiko yang Tidak Bisa Diubah:
- Usia yang semakin menua.
- Faktor genetik dan riwayat keturunan dari keluarga.
Faktor Risiko Gaya Hidup (Bisa Diubah):
- Paparan hormon estrogen dalam waktu yang lama.
- Faktor reproduksi (seperti menstruasi pertama yang terlalu dini, menopause lambat, baru melahirkan di atas usia 30 tahun, atau belum pernah melahirkan).
- Penggunaan KB hormonal atau terapi hormon buatan.
- Masalah obesitas dan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.
- Sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Pernah terkena paparan radiasi pada usia muda.
- Faktor lingkungan di sekitar.
Bagaimana Diagnosis Dilakukan?
Untuk memastikan kanker payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang dikombinasikan dengan pemeriksaan medis tambahan. Pemeriksaan yang paling umum adalah mammografi (sinar-X khusus payudara) untuk mendeteksi kelainan dini. Bagi wanita yang memiliki jaringan payudara padat, pemeriksaan USG payudara sering kali ditambahkan. Jika ditemukan benjolan yang mencurigakan, dokter akan melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan) untuk memastikan apakah itu kanker atau bukan.
Penanganan Kanker Payudara
Pengobatan akan sangat bergantung pada stadium kanker dan jenis tumornya. Biasanya, dokter menggunakan gabungan beberapa metode, seperti operasi pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, maupun terapi target. Karena jenis kankernya bervariasi, perawatan setiap pasien akan dirancang secara khusus untuk mendapat hasil penyembuhan yang paling maksimal.
Pentingnya Deteksi Dini
Terlambat mendeteksi kanker akan membuat pengobatan menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko kanker menyebar ke organ lain. Oleh karena itu, rutin melakukan pemeriksaan payudara dan skrining medis sangatlah penting untuk menurunkan risiko fatal. Kesimpulannya, memahami faktor risiko dan melakukan deteksi dini adalah langkah paling krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan menjaga kualitas hidup pasien.