Tekanan pekerjaan, kemacetan, dan tuntutan hidup sehari-hari sering membuat stres menjadi bagian dari rutinitas. Banyak orang menganggapnya hal biasa, padahal dalam jangka panjang, stres yang tidak terkelola dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Menurut World Health Organization, faktor psikososial seperti stres kronis berperan dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, terutama pada populasi dengan tekanan hidup tinggi.
Secara fisiologis, saat seseorang mengalami stres, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf simpatis dan melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Respons ini menyebabkan:
- peningkatan denyut jantung
- kenaikan tekanan darah
- penyempitan pembuluh darah sementara
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).
Stres yang berkepanjangan sangat berbahaya bagi jantung. Menurut American Heart Association (AHA), stres dapat memicu darah tinggi, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung yang fatal. Kondisi ini sering kali bertambah parah karena saat stres, orang cenderung beralih ke kebiasaan buruk seperti merokok, makan sembarangan, dan kurang tidur.
Saat sedang stres, wajar jika jantung terasa berdebar atau dada terasa kurang nyaman. Namun, Anda harus waspada dan segera mencari pertolongan medis jika dada terasa seperti ditindih beban berat, nyerinya menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang, serta disertai keringat dingin, mual, dan pusing. Gejala-gejala tersebut sangat mungkin merupakan tanda bahaya dari serangan jantung.
Mengingat bahayanya, mengelola stres adalah kunci agar jantung tetap sehat. Anda bisa mulai dengan langkah-langkah sederhana seperti melatih pernapasan, memastikan tidur cukup 7–8 jam setiap malam, dan rutin berolahraga. Selain itu, kurangi konsumsi kafein dan seimbangkan waktu antara bekerja dan istirahat agar tekanan darah tetap stabil dan sistem saraf lebih rileks.
Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika dada sering terasa sakit atau detak jantung tidak beraturan. Pemeriksaan dini sangat penting, terutama jika Anda memiliki riwayat darah tinggi, diabetes, atau ada riwayat penyakit jantung di dalam keluarga.
Columbia Asia Hospital menyediakan layanan evaluasi jantung secara komprehensif, termasuk pemeriksaan risiko kardiovaskular dan penanganan berbasis bukti.
Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Maruli Tua Sianipar, Sp.JP