Rutinitas pagi yang padat sering membuat banyak orang melewatkan sarapan. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini dapat memengaruhi kenyamanan saluran cerna, terutama pada individu yang sensitif terhadap gangguan lambung.
Secara fisiologis, lambung memang memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Namun, pada individu sehat, terdapat mekanisme perlindungan alami berupa lapisan mukus yang melindungi dinding lambung dari efek asam tersebut.
Melewatkan sarapan sebenarnya bukanlah penyebab langsung sakit maag atau radang lambung (gastritis). Namun, kebiasaan ini bisa memperparah keluhan lambung Anda, apalagi jika dibarengi dengan sering telat makan, kebiasaan minum kopi saat perut kosong, stres, atau jika Anda memang sudah memiliki riwayat penyakit lambung. Secara medis, masalah lambung biasanya dipicu oleh hal yang lebih kompleks, seperti infeksi bakteri, efek samping obat-obatan, dan gaya hidup yang kurang sehat.
Saat lambung bermasalah, Anda mungkin akan merasakan nyeri di ulu hati, perut kembung, mual, dan cepat merasa kenyang. Terkadang, asam lambung yang naik juga membuat mulut terasa asam atau pahit serta dada terasa panas (heartburn). Meski umum terjadi, Anda tidak boleh menyepelekan gejala yang terus berulang.
Untuk menjaga lambung tetap sehat, cobalah makan secara teratur dalam porsi kecil dan jangan biarkan perut kosong terlalu lama. Hindari juga mengonsumsi kopi dan makanan yang mengiritasi lambung sebelum Anda makan. Ingat, sarapan tidak harus selalu dengan porsi besar. Mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, seperti sepotong roti gandum atau buah-buahan, sudah cukup untuk melindungi lambung Anda di pagi hari.
Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika nyeri ulu hati tidak kunjung hilang. Anda juga harus sangat waspada jika mengalami muntah berkali-kali, kesulitan saat menelan, atau berat badan yang turun drastis tanpa alasan yang jelas.
Kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Tim dokter spesialis penyakit dalam di Columbia Asia Hospital siap membantu Anda dengan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan berbasis bukti untuk berbagai masalah saluran cerna.
Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Prawiro Sukito, Sp.PD