Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat menyerang wanita, termasuk mereka yang sedang hamil. Meskipun kejadian kanker serviks pada ibu hamil relatif jarang, kondisi ini tetap memerlukan perhatian serius karena melibatkan kesehatan ibu dan janin.
Artikel ini membahas risiko kanker serviks pada ibu hamil dan pendekatan penanganannya.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim, bagian bawah rahim yang menghubungkan ke vagina. Penyebab utamanya adalah infeksi virus human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan perubahan sel di serviks menjadi ganas.
Risiko Kanker Serviks pada Ibu Hamil
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks pada ibu hamil meliputi:
Infeksi HPV
Infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker serviks.Kurangnya Pemeriksaan Rutin
Ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin lebih berisiko terkena kanker serviks.Riwayat Kesehatan
Riwayat displasia serviks atau penyakit kelamin tertentu juga meningkatkan kemungkinan kanker serviks.
Selama kehamilan, perubahan hormonal dan aliran darah yang meningkat ke serviks dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker yang sudah ada.
Gejala Kanker Serviks pada Ibu Hamil
Gejala kanker serviks pada ibu hamil sering kali tidak spesifik, tetapi beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perdarahan abnormal, terutama setelah berhubungan seksual.
- Nyeri panggul yang tidak biasa.
- Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap.
Gejala ini dapat menyerupai kondisi lain selama kehamilan, sehingga penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Diagnosis Kanker Serviks pada Ibu Hamil
Diagnosis kanker serviks selama kehamilan dilakukan melalui:
Pap Smear
Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya perubahan sel serviks.Biopsi Serviks
Jika ditemukan hasil yang mencurigakan, dokter dapat melakukan biopsi untuk memastikan diagnosis.Imaging
Pemeriksaan pencitraan seperti MRI digunakan untuk menentukan stadium kanker tanpa membahayakan janin.
Penanganan Kanker Serviks pada Ibu Hamil
Pengelolaan kanker serviks pada ibu hamil tergantung pada stadium kanker, usia kehamilan, dan preferensi pasien. Berikut adalah beberapa pendekatan penanganan:
Pemantauan Aktif
- Untuk kasus kanker serviks stadium awal (stadium 1A atau mikroinvasif) dan kehamilan trimester pertama, dokter dapat memutuskan untuk memantau perkembangan kanker hingga trimester kedua atau setelah persalinan.
Operasi
- Prosedur seperti konisasi (pengangkatan bagian kecil dari serviks) mungkin dilakukan pada stadium awal.
- Pada stadium lebih lanjut, histerektomi (pengangkatan rahim) menjadi pilihan, meskipun dapat memengaruhi kelanjutan kehamilan.
Persalinan dan Perawatan Selanjutnya
- Jika kehamilan sudah memasuki trimester ketiga, dokter mungkin akan merencanakan persalinan melalui operasi caesar sebelum memulai pengobatan kanker, seperti radioterapi atau kemoterapi.
Kemoterapi
- Pada kasus tertentu, kemoterapi dosis rendah dapat diberikan untuk menahan pertumbuhan kanker hingga janin cukup matang untuk dilahirkan.
Dampak pada Janin
Penanganan kanker selama kehamilan harus mempertimbangkan keselamatan janin. Sebagian besar pengobatan, terutama radioterapi, tidak dianjurkan selama kehamilan karena risiko terhadap perkembangan janin. Oleh karena itu, kolaborasi antara dokter kandungan dan onkologi sangat penting untuk merencanakan perawatan yang optimal.
Kanker serviks pada ibu hamil adalah kondisi yang kompleks dan memerlukan penanganan yang hati-hati. Pemeriksaan rutin seperti Pap smear sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mendeteksi dini perubahan sel serviks.
Jika kanker serviks terdiagnosis, pendekatan penanganan harus mempertimbangkan keseimbangan antara kesehatan ibu dan keselamatan janin. Apabila terjadi keluhan lanjutan segera berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: