Kanker anak merupakan penyakit yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor keturunan memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko kanker pada anak.
Namun, seberapa besar pengaruh genetika terhadap perkembangan kanker anak? Artikel ini akan membahas hubungan antara genetika dan kanker anak serta implikasinya dalam diagnosis dan pengobatan.
Peran Genetika dalam Kanker Anak
Sebuah penelitian dari Dana-Farber Cancer Institute menemukan bahwa sekitar 80% dari kelainan genetik yang terkait dengan kanker anak dapat terjadi secara spontan atau karena kombinasi mutasi genetik dan paparan lingkungan. Artinya, meskipun ada faktor keturunan, mutasi genetik yang terjadi selama perkembangan janin atau masa kanak-kanak juga memiliki peran signifikan dalam munculnya kanker.
Menurut National Cancer Institute (NCI), mutasi genetik yang diwariskan dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker anak, termasuk retinoblastoma, leukemia, dan kanker saraf. Mutasi pada gen seperti TP53, RB1, dan NF1 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker pada anak-anak.
Bagaimana Genetika Meningkatkan Risiko?
Beberapa sindrom genetik diketahui meningkatkan risiko kanker pada anak. Beberapa di antaranya adalah:
Li-Fraumeni Syndrome (LFS)
Disebabkan oleh mutasi pada gen TP53, yang mengatur pertumbuhan sel dan mencegah pembentukan tumor.Retinoblastoma Herediter
Berkaitan dengan mutasi pada gen RB1 yang dapat meningkatkan risiko kanker mata pada anak.Neurofibromatosis Tipe 1 (NF1)
Disebabkan oleh mutasi pada gen NF1, yang meningkatkan kemungkinan perkembangan tumor saraf.Sindrom Beckwith-Wiedemann
Terkait dengan mutasi gen IGF2 yang dapat meningkatkan risiko tumor ginjal dan hati pada anak-anak.
Anak-anak dengan kondisi ini memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan kanker sejak usia dini, sehingga pemantauan kesehatan secara ketat menjadi sangat penting.
Deteksi Dini dan Pengobatan
Memahami peran genetika dalam kanker anak memungkinkan dokter untuk melakukan skrining dan deteksi dini bagi anak-anak dengan riwayat keluarga yang memiliki mutasi gen tertentu. Tes genetik dapat membantu mengidentifikasi risiko dan memungkinkan intervensi lebih awal.
Dalam beberapa kasus, anak-anak yang memiliki predisposisi genetik terhadap kanker dapat menjalani pemantauan rutin, seperti pemeriksaan medis berkala dan pencitraan (MRI atau CT scan) untuk mendeteksi adanya tumor sejak dini. Selain itu, terapi yang dipersonalisasi berdasarkan profil genetik individu semakin berkembang dan dapat memberikan pendekatan pengobatan yang lebih efektif.
Genetika memang berperan dalam meningkatkan risiko kanker anak, tetapi faktor lain seperti mutasi spontan dan paparan lingkungan juga sangat berpengaruh. Dengan kemajuan teknologi medis, tes genetik dan terapi berbasis genetika menjadi alat penting dalam pencegahan dan pengobatan kanker anak.
Untuk merencanakan kesehatan anak anda segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter berpengalaman di Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.
Referensi: